Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Covid-19 Berdampak Ekonomi, Golkar Bali Minta Relaksasi Bunga Bank dan Cicilan Kredit
  Bambang Soetiono   18 Maret 2020
I Nyoman Sugawa Korry (kedua dari kiri) didampingi sejumlah pengurus DPD Golkar Bali Provinsi Bali. Foto: Hari Santosa/Indonesiainside.id

kabargolkar.com, DENPASAR - Bali sudah ditetapkan berstatus siaga menghadapi penyebaran virus Corona (Convid-19). Partai Golkar Provinsi Bali meminta Pemerintah Daerah untuk fokus mengatasi penyebaran Covid-19 ini, dengan menggandeng peran serta masyatakat. Sebab, penyebaran virus ini tidak hanya mengancam keselamatan nyawa, tapi juga berdampak terhadap ekonomi masyarakat. 

“Di samping terkait kesehatan dan keselamatan masyarakat, Corona ini juga sangat berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat,” kata Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali I Nyoman Sugawa Korry di Denpasar, Selasa (17/3).

Didampingi Sekretaris DPD Golkar Bali I Made Dauh Wijana dan sejumlah pengurus lainnya, Sugawa Korry menyebutkan sejumlah dampak ekonomi itu, di antaranya pertumbuhan ekonomi akan stagnan dan berpotensi menurun, meningkatnya pengangguran, menurunnya daya beli masyarakat, dan pendapatan daerah/anggaran daerah berpotensi juga menurun. “Begitu juga selanjutnya, kalau tidak segera diatasi, penurunan akan berlanjut,” kata sugawa Korry.

Alumnus Program Doktoral Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang ini mengatakan, yang paling menderita dari dampak ekonomi penyebaran covid 19 ini tentu saja masyarakat terbawah. “Untuk itu segala daya upaya harus dimaksimalkan untuk atasi pandemik corona ini, melalui langkah-langkah pemerintah bersama gerakan masyarakat,” tegasnya.

Masyarakat, kata dia, harus dibantu dengan memastikan tersedianya semua kebutuhan alat dan bahan untuk gerakan masyarakat melawan penyebaran covid-19 tersebut, seperti hand sanitizer, disinfektan dan lainnya. Yang tak kalah penting adalah kebutuhan bahan pokok tersedia cukup. “Karena itu harus awasi dan tindak tegas kaum spekulan yang menimbun bahan pokok,” tegas Sugawa Korry.

Ia melanjutkan, dampak ekonomi ini tentu sangat memberatkan masyarakat yang setiap bulannya membayar cicilan kredit di Bank. Karena itu Partai Golkar meminta agar masyarakat dibebaskan dari beban bunga bank, dan cicilan kredit ditangguhkan untuk sementara waktu sampai kondisi ekonomi kembali pulih. Termasuk membebaskan masyarakat maupun pelaku usaha dari beban pajak. “Bebaskan bunga dan tangguhkan cicilan kredit bank, bebaskan PPh dan PPn,” katanya.

Selanjutnya, Partai Golkar mendorong Pemerintah Provinsi Bali segera menggunakan dana tanggap darurat sebesar Rp15 Miliar dalam APBD Tahun 2020, untuk mengatasi penyebaran Convid-19 tersebut di Pulau Dewata. “Partai Golkar Bali dorong Pemda segera gunakan dana darurat/bantuan bencana dari APBD 2020 yabg teranggarkan Rp15 Miliar. Itu bisa digunakan untuk beli masker, hand sanitizer dan kebutuhan lainnya,” kata Sugawa Korry.

Politikus asal Buleleng yang menjabat Wakil Ketua DPRD provinsi Bali ini mengatakan, jika dana tanggap darurat itu kurang, Partai Golkar mendukung untuk ditambah anggarannya. “Kalau masih dirasakan kurang, kami setuju untuk disiapkan anggaran mendahului dari APBD 2020 yang disisihkan dari efisiensi perjalanan dinas, seminar-seminar, rapat-rapat, dan lain-lain anggaran yang bisa diefisiensikan,” katanya.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.