kabargolkar.com - Sebagai nakhoda baru DPD Partai Golkar Kaltim, Rudi Mas’ud
meyakini jika dirinya tidak akan tebang pilih dalam menentukan siapa kader partai yang akan diusung pada Pilkada Serentak 2020 ini.
Menurut dia, prinsip dasar yang dia pegang adalah bagaimana membawa Golkar Kaltim dapat memenangkan pilkada. Apalagi, Airlangga Hartarto selaku ketua umum DPP Partai Golkar juga telah menargetkan kemenangan 60 persen di seluruh Indonesia. Tidak terkecuali Kaltim.
“Yang pasti, saya ingin obyektif (memutuskan kader yang akan diusung nantinya).Saya bukan lagi membawa lari Partai Golkar ini, tetapi membawanya terbang. Kami menyelesaikan secepat-cepatnya. Sesingkat-singkatnya. Karena Kaltim ini menjadi salah satu barometer bagi kemenangan Golkar di provinsi lain," ucap pria yang juga menjabat anggota DPR RI ini.
DPP Partai Golkar Sabtu (21/03/2020) resmi memberikan surat penugasan kepada sejumlah kader golkar Kaltim yang akan maju dalam PILKADA serentak di 9 Kota Kabupaten se Kalimantan Timur.
Sebagaimana pernah disampaikan oleh Ketua Partai Golkar Kaltim terpilih H. Rudy Mas’ud, SE beberapa hari lalu seusai acara Silahturahmi Kader bertempat di kantor DPD Golkar Kaltim Jalan Mulawarman Samarinda. ”Golkar Kaltim akan bergerak cepat, saya bukan saja mengajak berlari tetapi terbang, Golkar akan objektif terukur kwantitaf-kwalitatif dalam menetapkan paslon berdasar pada hasil 10 lembaga survei yang telah ditetapkan DPP Golkar untuk masing masing daerah yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2020 ini," kata Rudy.
Sabtu ini DPP Golkar telah resmi menyerahkan SK penugasan calon yang terbagi dalam 3 kategori,
1. Surat Penetapan Sementara (PS) diberikan kepada calon yang berpotensi
2. Surat Tugas (ST) diberikan karena belum ada pasangan,atau belum tercukupi persyaratan dukungan sehingga kader harus berkomunikasi dengan parpol lain atau mencari pasangan baru
3. Surat Undangan (SU) diberikan karena masih diperlukan survei bagi 2 atau lebih calon.
Media kabargolkar.com semalam jumpa dengan salah satu kader golkar kaltim Vani Tambajong. Kepada kabargolkar.com ia memaparkan seputar langkah DPP Golkar yang memberikan Surat Tugas kepada bacalon dari Partai Golkar.
“Dengan telah adanya surat penugasan ini, para calon yang ditugaskan misalnya di suatu daerah tidak bisa mengusung maka bisa mencari formula untuk dicalonkan. Setelah itu, partai yang akan melihat hasil surveynya," ujar Tambajong.
Mekanismenya, diberikan surat penugasan kemudian untuk dilakukan survey,sehingga kader yang hasil surveynya di bawah atau tak berpeluang memenangkan pilkada bisa saja diganti.
“Bisa dikatakan ini penetapan sementara dari DPP untuk bakal calon,” ungkap Tambajong.
Diketahui, adapun nama-nama yang mendapat surat penugasan DPP Golkar dalam Pilkada Kaltim 2020 antara lain:
1. H. Rahmad Mas’ud, SE untuk Kota Balikpapan berupa Surat Penetapan Sementara.
2. dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG untuk Kota Bontang berupa Surat Penetapan Sementara
3. Hj. Syarifatul Syadiah, S.Pd, M.Si untuk Kabupaten Berau berupa Surat Tugas
4. Ahmad Syaiful-Asran untuk Kabupaten Kutai Barat berupa Surat Penetapan Sementara
5. Bonifasius-Avun untuk Kabupaten Mahulu berupa Surat Penetapan Sementara.
6. Rusmadi mendapat Undangan untuk melakukan survei di Kota Samarinda