kabargolkar.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis, industri manufaktur Indonesia pulih dalam waktu tiga bulan usai penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa wilayah berakhir.
Industri manufaktur menjadi salah satu sektor yang terdampak berat pandemi Covid-19, terlihat pada indeks manajer pembelian (purchasing manager’s index) manufaktur Indonesia pada April 2020 yang anjlok ke 27,5, terendah sepanjang masa.
“Setelah PSBB selesai, PMI diprediksi kembali ke level 51,9, seper ti Februari 2020,” kata Menperin dalam keterangan resmi, Kamis (7/5).
Dia mengungkapkan, pemulihan angka PMI manufaktur Indonesia sangat tergantung juga terhadap kebijakan yang diambil pemerintah dalam menyikapi dampak wabah Covid-19 terhadap sektor industri dan perekonomian.
Kebijakan yang tepat dan terukur nantinya dapat membuka peluang bagi sektor industri dan perekonomian untuk bangkit pasca Covid-19. Menperin mengatakan, sejumlah industri pengolahan nonmigas di Tanah Air sedang mengalami tekanan cukup berat akibat dampak pandemic Covid-19. Terjadinya kontraksi pada sektor manufaktur ini dipengaruhi utamanya oleh penurunan permintaan domestik, yang selama ini mampu menyerap hingga 70% dari total produksi industri manufaktur dalam negeri.