11 Juli 2020
Menko Airlangga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Nyambung ke Surabaya
  Muhammad Said
  30 Mei 2020
  • Share :
Ilustrasi pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Dok KCIC)

kabargolkar.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan tersambung sampai Surabaya. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai ratas proyek strategis nasional (PSN), kemarin.

Selama ini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung digarap oleh konsorsium China dan BUMN, sedangkan Jakarta-Surabaya digarap oleh Jepang sebagai proyek kereta semi cepat.

"Terkait proyek kereta cepat juga terjadi budget over-run, dan ada keterlambatan selama satu tahun. Oleh karena itu arahan Bapak Presiden agar lebih ekonomis untuk didorong kelanjutan proyek tidak hanya berhenti di Bandung tetapi terus sampai Surabaya. Dan diusulkan agar konsorsium bisa ditambah oleh konsorsium dari Jepang," kata Airlangga.

Airlangga mengatakan, kini soal rencana penyambung proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga Surabaya, masih kajian oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Rencananya proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya yang selama ini akan digarap Jepang diintegrasikan dengan Jakarta-Bandung.

"Oleh Menteri BUMN akan dikaji, baik itu mengenai anggota konsorsium juga mengenai rute dan total project," kata Airlangga.

Terpisah, Erick mengonfirmasi Presiden Joko Widodo sudah setuju kereta cepat JKT-BDG disambungkan hingga Surabaya.

"Nah ini pasti menyerap tenaga kerja yang luar biasa," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, Erick menegaskan deadline untuk proyek kereta cepat JKT-BDG tetap September 2022.

"Dan deadline-nya untuk Jakarta-Bandung tetap September 2022 harus bisa jadilah sebagai target. Hal-hal ini pemerintah sangat concern," katanya.

Seperti diketahui, proyek kereta cepat JKT-BDG dikerjakan oleh PT Kereta Cepat China-Indonesia. Perusahaan itu proyek bersama Pilar Sinergi BUMN Indonesia (konsorsium dari empat BUMN, yaitu KAI, Wijaya Karya, PTPN VIII, dan Jasa Marga) dengan China Railways.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan penyelesaian proyek kereta cepat JKT-BDG akan molor dari target awal yakni akhir tahun 2021 mendatang. Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh PT KCIC itu harus tertunda karena adanya pandemi Covid-19.

"(Target) Kereta api cepat Jakarta-Bandung itu perlu di-reschedule karena kan itu berhenti (pengerjaan proyeknya) sekarang. Enggak banyak kegiatan, pastilah tertunda," katanya melalui konferensi video di Jakarta, Selasa (14/4/2020). [cnbc]

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.