12 Juli 2020
Menko Airlangga Sebut Pemerintah Siapkan Rp 6 T untuk Food Estate Kalteng
  Bambang Soetiono
  29 Juni 2020
  • Share :
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.)

kabargolkar.com, JAKARTA - Pemerintah pusat akan menyediakan anggaran Rp 6 triliun guna merealisasikan pembangunan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan atau food estate) dengan padi sebagai komoditas utama di Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Untuk mendukung upaya itu, pada tahap awal pemerintah akan membangun dan memperbaiki irigasi di sekitar lahan pertanian di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, tahap selanjutnya menyediakan sarana dan prasarana produksi, terutama bibit, pupuk, obat-obatan, dan lainnya. 

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah pusat berencana menyediakan anggaran sekitar Rp 6 triliun guna mendukung program ketahanan pangan di Kalteng tersebut. Pemerintah pusat bersama Pemprov Kalteng, Pemkab Pulang Pisau, dan Pemkab Kapuas telah melaksanakan rapat berkali-kali terkait rencana pelaksanaan program food estate itu. 

“Anggaran sebesar itu (Rp 6 triliun) rencananya disediakan selama 3-4 tahun ke depan,” jelas Airlangga seperti dilansir Antara saat kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Sabtu (27/6). 

Dalam kunjungan itu, Airlangga didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR)/BPN Sofyan Djalil, Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, serta pejabat lain. 

Airlangga mengatakan, pemilihan Pulang Pisau dan Kapuas sangatlah tepat untuk menjadi food estate. Kemenko Perekonomian bersama kementerian lainnya telah sering melihat pemetaan di lapangan, namun rasanya berbeda apabila melihat hamparan padi yang ada secara langsung. Dengan melihat hamparan padi yang ada ini secara langsung saat ini memberikan kepercayaan diri kepada pemerintah bahwa Pulang Pisau dan Kapuas) adalah pilihan tepat.

“Tidak salah pemerintah mendorong Kalteng, khususnya Pulang Pisau dan Kapuas, menjadi lumbung padi nasional,” katanya. 

Lokasi yang ada saat ini sangatlah strategis, yakni jarak kepada tujuan yang menjadi pasar juga terjangkau, sehingga diharapkan nilai tukar petani pun meningkat. Karena itu, memasuki era tatanan kehidupan baru (new normal), Kemenko Perekonomian memutuskan menuju Pulang Pisau dan juga Kapuas guna melihat kondisi lahan di lapangan secara langsung. 

Setelah melihat kondisi di lapangan, permintaan Pemkab Pulang Pisau agar luas lahan pertanian satu hamparan mencapai 30 ribu hectare (ha) tentunya dapat direalisasikan, apalagi setelah dilihat langsung kondisi tanah dan hamparannya cukup bagus ditanami tanaman padi. “Kami ke sini (Pulang Pisau) karena ingin merekomendasikan kepada Presiden RI untuk datang ke sini. Hingga nanti Presiden mencanangkan lumbung beras nasional food estate untuk Indonesia ada di Kalteng,” kata Airlangga. 

Pada tahap awal, pemerintah memproyeksikan peningkatan produktivitas pertanian dan pada tahap selanjutnya barulah dikembangkan lebih jauh lagi. Setiap perkembangan kegiatan akan terus dipantau dan kaji sehingga menjadi pembelajaran dan dilakukan penyempurnaan guna menjadikannya sebagai kawasan pertanian modern. Tahap selanjutnya adalah mengajak para investor berpartisipasi dalam pengembangannya dan mempersiapkannya menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.