28 Januari 2021
Menperin Dorong Pelaku Industri Utamakan Pembangunan Berkelanjutan
  Bambang Soetiono
  08 Januari 2021
  • Share :
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Kemenperin)

kabargolkar.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemperin) mendorong pelaku usaha industri menerapkan industri hijau hingga mencapai tingkat beyond compliance, yaitu penilaian aspek lebih yang dipersyaratkan dalam proses produksi. Untuk itu industri perlu didorong meningkatkan kemampuan dan daya saingnya dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, industri harus mengimplementasikan standar sustainability yang dapat dicapai dengan penerapan industri hijau. Menurutnya, industri hijau menjadi ikon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan. "Proses produksi industri harus efisiensi dan efektif terkait penggunaan sumber daya secara berkelanjutan," kata dia dalam keterangannya yang diterima Kamis (7/1/2021).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi mengatakan, satuan kerja di bawah BPPI harus berinovasi dan berkontribusi dalam mengantisipasi perkembangan kebutuhan industri, khususnya meningkatkan daya saing serta mendukung kebijakan pengembangan industri berkelanjutan.

"Pencapaian industri hijau menjadi perhatian penting bagi industri, karena akan memperoleh keuntungan sebagai dampak efisiensi proses produksi sehingga mampu meningkatkan daya saing," kata Doddy.

Terkait hal itu, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) sebagai holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan berupaya menuju industri hijau serta meraih penghargaan proper hijau. “PT Inalum berkomitmen mencapai standar industri hijau dengan menerapkan program beyond compliance, sehingga perusahaan bisa mendapatkan penghargaan proper hijau," kata Direktur PT Inalum, Oggy Achmad Kosasih.

Oggy mengatakan, perusahaan berkonsultansi dengan Kementerian Perindustrian melalui Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang, khususnya pada penyusunan Dokumen Rangkuman Kinerja Pengelolaan Lingkungan (DRKPL) dan dokumen hijau

Dia mengatakan, BBTPPI memberikan pendampingan dalam menyusun DRKPL dan dokumen hijau untuk kegiatan terkait proper hijau yang sudah dilakukan Inalum, serta mengidentifikasi kegiatan yang berpotensi untuk dimasukkan ke dalam penilaian. "Upaya Inalum ini juga disampaikan secara komprehensif dalam pengajuan penilaian proper hijau pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," kata Oggy.

Oggy menambahkan implementasi industri hijau memberi pengaruh pada pemanfaatan sumber daya seperti penggunaan air dan energi, sehingga memberikan dampak pada penurunan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing industri.

Kepala BBTPPI Semarang, Ali Murtopo Simbolon, menyampaikan dukungannya pada perusahaan yang berupaya untuk mencapai standar industri hijau. “BBTPPI mendukung perusahaan dalam menciptakan industri dalam berbagai aspek pembangunan berkelanjutan, pembukaan lapangan kerja, menciptakan lingkungan hidup yang bersih, dan peningkatan ketahanan energi," jelas Ali.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.