Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Pulihkan Ekonomi, Menperin AGK Dorong Indonesia-Taiwan Tingkatkan Kerja Sama Sektor Industri
  Bambang Soetiono   13 Oktober 2021
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)
mengemukakan, sektor industri manufaktur di Indonesia menunjukkan kemampuan bertahan di tengah disrupsi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Hal ini misalnya tercemin dari laporan IHS Markit, yang menunjukkan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia pada September 2021 tercatat sebesar 52,2 naik dibanding bulan sebelumnya yang berada di level 43,7. PMI di atas 50 menandakan sektor industri sedang dalam tahap ekspansi.

“Sebelum pandemi Covid-19, Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonominya secara konsisten rata-rata 5 persen sejak tahun 2013,” ungkapnya. Menperin optimistis, sektor industri dapat tumbuh positif sepanjang tahun ini di angka kisaran 4,5-5% apabila tidak terjadi lagi gelombang besar kasus positif Covid-19 di tanah air.

Indonesia telah memiliki peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai upaya untuk memacu perekonomian nasional, dengan target masuk sebagai 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Potensi ini salah satunya didukung melalui bonus demografi. “Adanya bonus demografi ini dapat menjadi katalis dalam upaya meningkatkan produktivitas ekonomi Indonesia,” sebutnya.

Menperin menyampaikan, dalam rangka pengembangan sektor manufaktur di era industri 4.0 sesuai arah Making Indonesia 4.0, pemerintah telah menetapkan lima sektor prioritas, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian,otomotif,elektronik,dankimia.

“Di masa pandemi Covid-19, Kemenperin menambah dua sektor potensial yang juga diprioritaskan pengembanggannya sebagai peluang ekonomi ke depan, yakni industri farmasi dan alat kesehatan. Sehingga saat ini ada tujuh sektor industri yang menjadi prioritas pada roadmap Making Indonesia 4.0,” paparnya.

Sektor-sektor industri tersebut berperan penting terhadap perekonomian Indonesia, di antaranya berkontribusi terhadap 70 persen dari GDP manufaktur Indonesia, 65 persen ekspor manufaktur Indonesia, dan 60 persen tenaga kerja manufaktur Indonesia. “Dengan latar belakang tersebut, serta arah dan tujuan implementasi Making Indonesia 4.0 pada ketujuh sektor industri, kami percaya target untuk mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045 dapat juga terwujud,” tandasnya.

Dirjen KPAII pun optimistis, perkembangan industri Indonesia akan semakin progresif. Oleh karena itu,perlu terus berupaya untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan peluang kerja sama yang ada. “Pandemi Covid-19 yang berlangsung menyadarkan kita bahwa industri perlu memperkuat kultur adaptif terhadap perubahan, serta inovatif dalam menghadapi tantangan,” terangnya.

Upaya yang dilakukan salah satunya melalui ITICF, yang diharapkandapat memberikan masukan berharga bagi kedua pihak baik dalam bentuk solusi maupun langkah nyata yang dapat diimplementasikan dalam waktu relatif singkat. “Dengan demikian kita dapat saling melengkapi dan berkolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta pengembangan industri yang inklusif, antara Indonesia dengan Taiwan,” pungkas Dirjen KPAII.*

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.