Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Rencana Terapkan Teknologi Baru, Menperin AGK Ingin Pabrik Gula dan Aluminium Lebih Efisien
  Bambang Soetiono   05 November 2021
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

kabargolkar.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, ingin pabrik gula dan aluminium Indonesia lebih efisien dengan teknologi baru. Target itu ia sampaikan usai bertemu dengan pemilik pabrik gula Al Khaleej Sugar Co dan Emirates Global Aluminium di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Agus mengungkapkan, kita mau belajar bagaimana men-develop pabrik-pabrik gula di Indonesia agar lebih efisien menggunakan mekanisme 4.0,” kata Agus di Paviliun Indonesia, World Expo Dubai 2020, Dubai, UEA, Selasa, (02/11/2021).

Agus menyebut pertemuan itu membuatnya ingin industri-industri di Indonesia mengedepankan aspek lingkungan, environmental trendy. Jadi green industry yang mau didorong. Dengan begitu, industri hijau di tanah air makin menjamur.

“Emirates Global Aluminium memperkenalkan konsep industri aluminium supaya produksi pabrik Indonesia lebih efisien. Caranya ialah menyesuaikan diri dengan teknologi mutakhir. Semuanya mau kita arahkan ke 4.0 untuk penguatan dan percepatan industri manufaktur, digitalisasi bakal memberi dampak signifikan. Produk-produk Indonesia bakal memiliki nilai tambah plus efisiensi produksi,” tuturnya.

Ia menuturkan, tadi juga EGA memperkenalkan beberapa konsep agar industri alumunium di indonesia yang sekarang mereka sedang menjajaki kerja sama dengan Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) itu bisa lebih berproduksinya lebih efisien. Artinya dengan meng-adjust dengan teknologi yang lebih baru sehingga bisa revamping dan bisa optimalisasi dari kapasitas produksinya dengan hanya adjustment terhadap teknologi yang baru.

Menurut Agus, salah satu caranya untuk mengupayakan tidak lagi impor gula artinya dengan populasi semakin tinggi, demand dari gula bukan hanya populasi tapi keinginan utk merasakan gula bagi penduduk indonesia makin tinggi. pasti otomatis kita harus mencari cara untuk bisa menekan importasi gula.

“Salah satu caranya selain farming, selain kita menyiapkan kebun kebun tebu, kita juga harus mendorong ada digitalisasi, ada 4.0 dalam industri gula itu sendiri,” imbuhnya.

Agus menambahkan, beberapa requirement yang diperlukan Khaleej Sugar Co sedang kita bahas. Besok kita meeting untuk mencari solusi. “Sementara Emirates Global Aluminium akan menjajaki kerja sama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Hal ini supaya kapasitas produksinya kian optimal,” paparnya.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.