Di samping soal investasi yang telah berjalan, Menperin Agus juga menindaklanjuti hasil kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Sri Lanka pada tahun 2018 lalu. “Kami juga ingin terus meningkatkan kerja sama sektor industri dengan Sri Lanka, seperti PT INKA yang berhasil menyepakati kerja sama bisnis pengadaan 75 gerbong kereta dan 20 tempat tidur flatbed di Sri Lanka, yang didukung oleh Bank Exim Indonesia,” ungkapnya.
Menteri Wimal juga mengapresiasi penyelenggaraan RCID ke-2, yang diharapkan menjadi ajang untuk meningkatkan kerja sama antara pelaku industri Indonesia dan Sri Lanka. Apalagi, terkait dengan adanya kerja sama untuk transformasi digital, akan memacu daya saing industri kedua negara.
Dilihat dari kinerja ekspor dan impor, nilai total perdagangan antara Indonesia dan Sri Lanka hingga triwulan III tahun 2021 tercatat sebesar USD333,3 juta, dengan nilai ekspor Indonesia ke Sri Lanka sebesar USD299,7 juta dan impor USD33,5 juta. Indonesia terus mengalami surplus perdagangan dalam satu dekade terakhir dengan nilai rata-rata USD252 juta per tahun. *