Berikutnya, Kawasan Industri Safe and Lock Sidoarjo, Sentra Industri Kecil dan Menengah Tasikmalaya, Kawasan Industri Deltamas (GIIC) Bekasi Karawang Jawa Barat, Industrial Estate, Karawang, Kawasan Industri Jatengland Demak, PT. HM Sampoerna Tbk (Plant Rungkut 1) Surabaya, dan PT. Sri Rejeki Isman Tbk. Solo. Total pekerja yang akan divaksin pada pelaksanaan sesi pertama ini mencapai 86.532 orang.
Saat teleconference dengan Presiden, Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto menyampaikan, pihaknya telah memberikan vaksin dosis 1 dan 2 sebanyak 50 ribu karyawan, dan perusahaan akan menargetkan pemberian vaksin booster pada tahap pertama ini sebanyak 11 ribu karyawan selama 11 hari ke depan. “Kami sangat mengapresiasi program pemerintah ini, karena kami sangat terbantu bahwa produksi kami tidak setop dan berjalan terus, termasuk ekspor, guna mendukung ekonomi,” ujarnya.
Pada siang hari di sesi kedua,pemberian vaksin boosterbagi pekerja industri digelar di PT. Sinar Mas Agro Resources and Technology,Marunda Center. Pada sesi ini, juga dilaksanakan vaksinasi serentak pada 12 lokasi lainnya, yaitu di Kawasan Industri Medan, Kawasan Industri Gresik Jawa Timur, dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Sulawesi Tengah.
Selain itu, Krakatau Sarana Properti Cilegon, KI Jababeka Bekasi, KI MM2100 Bekasi, Karawang International Industrial City Karawang, Kawasan Berikat Nusantara Cakung dan Marunda, PT. HM Sampoerna Tbk (Plant Rungkut 2) Surabaya, Kawasan Industri Bogorindo Bogor, PT. Pan Brothers Tbk, Tangerang dan PT. Deliatex Kusuma, Kabupaten Bandung.Total pekerja yang akan divaksin pada pelaksanaan sesi pertama ini mencapai 59.109 orang. “Jadi, total pada hari ini akan diberikan vaksin booster kepada para pekerja industri lebih dari 140 ribu orang. Program ini akan terus berlanjut,” sebut Menperin.
Taat Laporan IOMKI
Guna menjaga produktivitas sektor industri manufaktur selama masa pandemi, salah satu kebijakan yang diinisiasi oleh Kemenperin adalah pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). “Dengan mekanisme IOMKI, kami bertekad untuk menjaga produktivitas sektor industri tetap berjalan baik guna memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk mengisi pasar ekspor,” jelas Menperin.
Hingga periode pelaporan Januari 2022, jumlah pemilik IOMKI yang aktif sebanyak 17.910 perusahaan. Sementara itu, sudah ada 5.193 perusahaan yang IOMKI-nya dicabut. “Kami berharap, sektor industri taat melaporkan IOMKI ini melalui SIINas, sehingga tidak ada pemberian sanksi lagi,” imbuhnya.
Menperin menyatakan, kinerja industri manufaktur di tanah air terus bangkit, meskipun masih dalam terpaan badai pandemi Covid-19, seperti yang dialami saat ini menghadapi gelombang ketiga karena adanya varian omicron. “Namun demikian, para pelaku industri masih percaya diri dan menunjukkan semangat yang optimistis untuk merealisasikan investasinya dan memperluas pasar ekspor,” tuturnya.
Geliat itu tercemin dari hasil Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia selama tahun 2021 yang didominasi berada pada level di atas 50 atau menandakan sektor industri dalam tahap ekspansif. Sesuai survei IHS Markit, PMI Manufaktur Indonesia pada Januari 2022 berada di level 53,7 atau naik dibanding Desember tahun lalu yang mencapai 53,5. PMI Manufaktur Indonesia pada Januari 2022 melampaui PMI Manufaktur rata-rata negara ASEAN (52,7), Malaysia (52,8), Filipina (50,0), Korea Selatan (51,9), Rusia