Menko Luhut juga menegaskan pentingnya keterlibatan pengemudi lokal pada penyelenggaraan KTT G20, menurutnya pengemudi lokal harus turut merasakan manfaat dari KTT G20. Menko Luhut juga meminta Pemprov Bali untuk bisa membekali kemampuan bagi para pengemudi agar beralih ke kendaraan listrik.
Kemudian untuk mengurangi mobilitas masyarakat pada saat penyelenggaraan KTT G20, Menko Luhut mengatakan perlu kebijakan sekolah daring dan perkantoran Work From Home dari Pemprov Bali. “Pak Gubernur ini dibantu ya untuk kebijakan sekolah daring dan karyawan agar Work Form Home. Saya kira ini tidak ada masalah karena saat Covid kita juga sudah terbiasa dengan daring dan ini sangat membantu untuk penyelenggaraan KTT G20,” ujar Menko Luhut.
Rakor Persiapan Penyelenggaraan KTT G20 Indonesia dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menpareraf) Sandiaga Uno; Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate; Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi; Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin; Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly; dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Selain itu juga dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga (K/L) terkait, TNI, Polri, dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi Bali, dan unsur terkait lainnya.