Kabargolkar.com - Obrolan anak muda dan politik, meski jarang ditemui diskusinya tapi sangat banyak riuhnya, terkhusus sejak ada gerakan milenial yang melek politik. Sisterhood, ajang yang sering membahas kalangan muda khususnya mereka yang muda berkarir di partai Golongan Karya (Golkar) dari kalangan perempuan.
Di malam ke 16 bulan Ramadhan, Yellosista kembali berbincang, kali ini bahas, "Parlemen Muda Aktif Kawal Kebijakan Tanggulangi Pandemi" bersama dengan dua anggota parlemen dan sati anggota DPD, Jumat, (8/5/2020)
Amirah Kaca, host yang membawa obrolan kali ini bertanya kepada Dyah Roro Esthi dan Wa Ode Rabia, soal kenapa sih jarang sekali anak muda yang mau masuk politik apalalagi mau berkompetisi untuk masuk ke parlemen? Dua narasumber menaggapi dengan ide dan juga narasi dengan beragam latarnya masing masing, baik sebagai aktivisme sebelum masuk politik juga latar pendidikan dan keluarga yang memotivasinya.
" Soal saya bisa menapaki ke politik, memang ini tidak lepas dari kegiatan orang tua juga yang tidak bisa dilupakan perannya. Saat masih kecil Akus ering mengikuti Papa ke Daerah untuk kampanye dalam pemilihan untuk bertarung dan melaju ke DPR RI. Penagalaman selama masih di aktivisme pun, saya juga sering melakukan kegiatan di bidang kelestarian lingkungan buat keberlangsungan kehidupan, dan cara ekfektif buat mengimplementasikan inilah Aku ikut masuk ke sistem (Politik) untuk bisa merealisasikan." Ucap Dyah Roro Esti
Senada dengan Roro, Anggota DPD RI asal Sulawesi Tenggara, Wa Ode Rabia banyak bercerita soal anak muda Daerah berunjuk kemampuan dalam mengekspresikan gagasan lewat aktivisme selama ini. Saya sebagai anak yang lahir dan tumbuh besar di Daerah tentu mempunyai angan angandan cita cita suapay harus bisa berbuat sesuatu, dan ke Jakarta setelah lulus SMA, pengalaman inilah Saya merasa terpanggil buat lebih jau, politik pun saya ambil." Cerita Wa Ode dalam obrolan santainya.
Sisterhood Talk seri ke tiga, ini mengangkat peran anak muda di parlemen dan kaitannya dengan kebijakan penanganan pandemi. Seperti diketahui anak muda mempunyai porsi 30 persen adalah anak muda, dan jumlah selumayan itu mungkin bisa juga keterwakilan anak muda atau Milenial bisa terus bertambah untuk masuk ke Politik.