Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Kristo Efi Ingin Kembalikan Masa Jaya Golkar di Timor Tengah Utara
  Bambang Soetiono   09 Juli 2021
Kristo Efi dan keluarga
kejayaan.

Mantan staf PT. Kayasa Bumi Utama Cabang NTT ini mengaku mulai berminat dengan politik saat masih duduk di bangku SMA. Saat itu dia sangat tertarik dengan gerakan para mahasiswa baik di ibukota Jakarta maupun di berbagai ibukota provinsi, yang penuh semangat menggelorakan perjuangan reformasi tahun 1997-1998. “Momentum itu buat saya makin tertarik dan ingin tahu lebih dalam tentang politik,” kata lulusan SD Oelbonak TTU tahun1992.

Sekretaris Umum Forum Komunikasi Alumni PMKRI NTT (2015-2020) ini juga bercerita, ketika duduk di kelas 2 SMUN I Maliana, Bobonaro tahun 1998, ada lomba pidato tingkat SMA. Ia pun ikut lomba dengan pidato bertema Partai Penguasa. “Saya juara satu. Sejak itu minat saya untuk terjun ke dunia politik makin kuat,” kata pria yang suka bertopi itu.

Nah, untuk memantapkan niatnya ke politik, maka selama mengenyam studi di Fakultas Teknik Unika Kupang, Kristo aktif di sejumlah organisasi ekstra dan intra kampus. “Selesai dari pendidikan tinggi di Unwira, saya mulai terjun di dunia politik dengan membangun relasi dan diskusi dengan beberapa partai baik yang muncul pasca Reformasi antara seperti Demokrat, PPRN dan Partai Pembaharuan Indonesia. Saya mulai terjun ke politik praktis sejak 2007. Saat itu saya hanya ingin belajar tentang politik,” kata mantan Caleg dari Partai Demokrat di Pileg 2009 dan 2014 ini.

Bagi Arsitek ini, tujuan berpolitik sebenarnya adalah bisa bermanfaat bagi banyak orang, dengan spirit bahwa politik itu sebagai karya dari kerasulan awam untuk mendidik dan mencerdaskan. Karena itu, dia tidak mau menjerumuskan diri dalam pragmatisme politik yang hanya mau merebut kekuasaan dengan cara-cara tidak benar, termasuk membeli suara.

“Saya ingin memberikan pembelajaran dan pendidikan politik yang benar bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat. Saya menolak keras politik dengan cara-cara tidak benar. Jadi saya ikut dalam pesta demokrasi itu untuk memberikan pendidikan politik secara benar kepada masyarakat bahwa berpolitik tidak semata merebut kekuasaan. Kalau toh lolos itu adalah berkat, tetapi bahwa ada proses pembelajaran politik yang benar, yang saya tunjukkan kepada masyarakat,” tutur Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan OKP Pengurus Pusat Pemuda Katolik periode 2019-2022 ini.

Golkar Itu Partai Besar

Mantan Ketua Departemen OKK BPD HIPMI NTT ini juga mengaku bergabung dengan Golkar sejak 2019. Awalnya, dalam ajang Pilkada Gubernur NTT 2018, sudah ada diskusi dengan Ketua Golkar NTT Abang Melky Laka Lena, setelah jagoannya di Pilgub Beny Harman, kalah dan tidak lagi diakomodir masuk Caleg di Pileg 2019.

“Usai pileg saya diajak abang Melky untuk gabung ke Golkar. Jadi saya baru bergabung di Golkar tahun 2019 di organisasi sayap Ampi. Sementara untuk pengurus partai baru tahun 2020,” kata Kristo.

Kenapa harus ke Golkar? “Kita tahu bahwa Golkar adalah partai besar yang cukup mengakar di hati masyarakat. Sehingga ketika diajak abang Melky, saya langsung menyatakan siap bergabung. Awalnya di organisasi saya AMPI. Kemudian pada Musda awal 2020, saya masuk sebagai pengurus DPD I Golkar NTT. Saat ini saya dipercaya sebagai ketua DPD II Kabupaten TTU,” tegas Kristo.

Ditanya sikap politiknya ketika dijaring Golkar sebagai calon bupati TTU 2024, Kristo mengatakan, itu mekanisme normatif di internal Golkar. Juga, sebagai upaya konsolidasi dan penjaringan kader menuju Pilkada. “Saya sebagai ketua Golkar TTU mau tidak mau

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.