Henry mengaku kondisi ini jelas sudah ia persiapkan sejak dini hari. Ibaratnya sebelum hujan, harus sedia betul payung dan raincoat.
Sama persis saat 5 tahun lalu bertarung di kontestasi pileg 2019 di Dapil yang sama, hasil kerja keras Henry mampu mendulang suara besar.
"Ditambah dengan bekal pendidikan dan keilmuan yang cukup, Insya Allah saat diberikan amanah di Pemilu 2024, bisa menjadi wakil rakyat yang kompeten. Yang tidak kaleng-kaleng," ujar pengacara kondang ini
Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini mengaku sangat berat harus melalui waktu selama dua tahun ini untuk meraih gelar doktor.
"Saya harus sekolah, intens berkonsultasi dengan dosen pembimbing maupun promotor. Melakukan penelitian. Capek memang. Namun bisa lulus nilai A, itu membuat kepuasan batin tersendiri dan bahagia lahir-batin dengan kerja keras ini. Apalagi lulus doktor saya dari UNS sebagai salah satu universitas terbaik. Tidak gampang masuk UNS. Sangat sulit. Pilihan berat tapi juga menantang. Saya bisa masuk saja sudah bersyukur. Apalagi bisa menyelesaikan dengan waktu yang tidak terlalu lama. Saya bersyukur dan berterima kasih atas kehormatan dari dosen pembimbing, penguji dan promotor di UNS, akhirnya bisa menjadi bagian keluarga besar mereka," pungkasnya. (suarakarya)