Dengan PTSL, lanjut Listy, pemerintah menginginkan semua peta tanah rakyat telah teregistrasi serta mempunyai kepastian hukum bagi pemilik tanah sehingga bernilai ekonomi tinggi dan mampu menggerakkan roda perekonomian bangsa
Listy berharap masyarakat luas memahami seperti apa proses pendaftaran tanah melalui PTSL, karena ini dapat mendorong kepastian hukum dan memotong birokrasi yang panjang dan lama.
"Makanya saya menginginkan bmasyarakat harus paham arti pentingnya pendaftaran tanah melalui program PTSL ini," tandas Listy yang juga Notaris PPAT ini.
4 Pilar Kebangsaan untuk Milenial
Selain itu, Doktor Ilmu Hukum dari Undip ini menginginkan kaum milenial di Kota Semarang dan sekitarnya harus juga memahami apa arti pentingnya 4 pilar kebangsaan.
Dia menuturkan 4 Pilar Kebangsaan ini penting sekali diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ini karena di dalamnya terkandung nilai-nilai kebersamaan dan pondasi memupuk kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bahkan Listy mendorong masyarakat dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari hari terkait dengan 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI
“Saya yakin 4 pilar Kebangsaan ini kedepannya juga akan penting disosialisasikan kepada kelompok milneal, gen Y dan gen Z agar mereka lebih lagi paham dan tahu persis tentang pentingnya kebersamaan di negara ini. Untuk itu, pemuda harus punya moralitas yang baik berjiwa sosial, akuntabel, dan juga brrwawasan global," jelas Alumni PPSA 17 Lemhannas RI.
Nyaman Jadi Keluarga Golkar
Dengan kecintaan kepada bangsa dan negara ini pula yang mendorong Listy Muladi mengabdikan kemampuan dan pengalaman serta networking yang dia miliki dengan berkiprah di politik bersama Partai Golkar, partai dimana dari keluarga besarnya berjuang ikut merawat, menjaga, dan membesarkan Beringin tetap mengakar, kokoh, kuat, dan tegak berdiri rimbun mengayomi semua makhluk hidup.
Keputusan Putri dari Prof. Dr. Muladi. SH. yang pernah menjadi Rektor Undip dan tercatat sebagai pionir alumni Undip masuk sebagai anggota Kabinet ini, untuk memilih Partai Golkar sebagai kendaran politiknya tentunya bukan tanpa sebab.
Menurut Listy, ayahandanya, almarhum Prof Muladi merupakan politikus senior di Golkar pada jamannya. Dan sebagai keluarga yang dibesarkan dari lingkungan Golkar, maka disela menjalankan profesinya sebagai Notaris PPAT, Listy juga tak menampik ketertarikannya terhadap dunia politik bersama adiknya Erlina Kumala Esti, SE,SH,MKn untuk tetap bergabung dan setia serta loyal dengan partai berlambang beringin ini.
"Alhamdulillah kami sekeluarga loyal dengan Partai Golkar. Jadi rasanya Golkar telah mendarah daging bagi keluarga besar kami. Saya yang lahir dan dibesarkan di Kota Semarang. Sejak sekolah dasar sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga menempuh Pendidikan Program Doktor Ilmu Hukum di Semarang cukup paham denyut nadi masyarakat. Sehingga ketika proses demokrasi dilaksanakan dengan mekanisme Pemilu 5 tahunan untuk memilih wakil rakyat di parlemen, maka saya juga mengikutinya kembali sebagai Caleg DPR RI untuk Dapil Jateng I ,” terang Listy.
Lebih lanjut, Srikandi Hukum Beringin ini menjelaskan bahwa pemilihan umum merupakan momen penting dalam perjalanan demokrasi sebuah negara. Pemilu tak hanya tentang memilih presiden dan wakil presiden, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga negara untuk memilih
perwakilan mereka di parlemen.
"Pada Pemilu 2024 ini saya