Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Kemenangan Luthfi-Taj Yasin Ubah Peta Politik Jateng Tak Lagi Kandang Banteng, Prof Henry Indraguna: Momentum Golkar Harus Bangkit!
  Adi   01 Desember 2024
Politisi Partai Golkar asal Jawa Tengah (Jateng) Prof Henry Indraguna
sangat patuh kepada pemimpinnya sudah mampu melihat dari sisi kebermanfaatan dari sosok Luthfi-Taj Yasin. 

 

Prof Henry menilai, saat menjadi polisi, Luthfi sudah dikenal masyarakat Jateng secara egaliter

 

"Mas Luthfi ini kan tipe pemimpin yang mau membaur dengan menanggalkan atribut jabatannya. Dia merakyat. Ia biasa jalan sendiri tanpa pengawalan untuk mengetahui dinamika di masyarakat. Meski dia sudah jadi Kapolda Jateng. Saya bisa jadi saksi karena dapil saat nyaleg di Jateng V, salah satunya di Kabupaten Sukoharjo adalah tempat tinggal Pak Luthfi," cerita Doktor Ilmu Hukum dari UNS Surakarta ini. 

 

Bagi Prof Henry, sosok Ahmad Luthfi adalah sahabat yang baik. Ia tak hanya berkomunikasi ketika ada kepentingan saja. Akan tetapi dia tetap genuine sebagai warga masyarakat biasa. Makanya, dia banyak disukai dan dipilih masyarakat untuk memimpin Jateng. 

 

Momentum Golkar Bangkit 

 

Prof Henry juga menyampaikan bahwa kader-kader Golkar di Jateng pun total all out bergerak untuk pasangan nomor 2 tersebut. 

 

"Pidato Ketum Bahlil menjadi penyemangat para kader. Bukan berarti menghalalkan segala cara, tapi di internal kami setiap langkah didahului dengan riset dan diakhiri dengan evaluasi untuk mendukung kader terbaik di KIM Plus," tandasnya. 

 

Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta agar kader menggunakan semua cara untuk memenangkan jagoannya. Bahkan ada beberapa hal yang sifatnya internal disampaikan ke publik.

 

Prof Henry mengungkapkan bahwa tradisi di Golkar, jika ketua umum sudah ikut berbicara, artinya sudah menjadi hal penting dan mendesak untuk diwujudkan. 

 

Selain memegang komitmen yang lebih besar, ada agenda partai yang bisa diakomodir oleh si calon sehingga Golkar kemudian bisa total bekerja.

 

"Golkar ini kan mesin besar partai modern.Tentu saja untuk memanaskan mesin politik juga butuh waktu lebih lama. Menyadari hal itu, ketika partai sudah memutuskan mendukung Luthfi-Yasin, para kader Golkar di Jateng langsung berkoordinasi dan memetakan persoalan sekaligus merumuskan solusinya," urainya.

 

Ke depan, Prof Henry berharap agar peristiwa politik di Jawa Tengah ini bisa menjadi bahan studi bagi partai Golkar untuk menentukan langkah maupun strategi ke depan paska pasangan KIM Plus menang. 

 

"Sekalipun Pak Luthfi kader Gerindra, tapi Golkar tetap mendukungnya karena sudah ada komitmen dan konsensus politik di tingkat elit. Dan dengan momentum Jateng sudah tidak lagi jadi kandang banteng, maka secepatnya kader Beringin berkonsolidasi membangun kebangkitan dan kekuatan Golkar," tegas Doktor Hukum Universitas Borobudur ini. ***

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.