22 Januari 2020
Syahrul Ramadhan: Utamakan Kemanusiaan agar Peka Terhadap Problem Masyarakat
  Bambang Soetiono
  14 Januari 2020
  • Share :

kabargolkar.com, BEKASI - Nama aslinya Syahrul Ramadhan (33). Namun, pria kelahiran 27 Juni ini lebih dikenal dengan panggilan Buluk. Dia merupakan kader Partai Golongan Karya (Golkar) yang kini menjabat sebagai Ketua Generasi Muda Kekeluargaan Gotong Royong (GEMA MKGR) Kota Bekasi. Selain itu, dirinya juga merupakan tenaga ahli DPRD Kota Bekasi sejak 2019 lalu.

Namanya sudah tidak asing lagi di telinga para politikus, aktivis dan di kalangan jurnalis yang ada di Bekasi, kota maupun kabupaten. Karena, Buluk dikenal luwes dalam bergaul.

Dia menceritakan sejumlah kisah sebelum memutuskan untuk terjun ke dalam dunia politik. Ada beberapa pengalaman menarik yang membuatnya bisa bertahan sejauh ini.

Yang pertama, Buluk mengaku pernah menjadi pengamen. Selain itu, dia juga sempat menjadi penjual koran.Dia merasa bahagia menjalankan itu semua dan tidak akan melupakan proses perjuangan yang mengantarkan dirinya sampai saat ini.

Baginya, pengalaman tersebut memberikan satu pelajaran berarti. Yaitu mempertajam sisi kemanusiannya untuk lebih peduli dengan banyak orang.

Menjalankan aktivitas politik tanpa sisi kemanusiaan, kata Buluk, akan sangat berbahaya bagi politikus. Karena, sangat berpotensi kehilangan kepekaan terhadap problem rakyatnya.

”Sekarang sisi humanis dan religi hanya dijadikan topeng pencitraan semata, padahal sisi humanis dan religi itu adalah daya dorong etik dan moral untuk berpihak secara kebijakan kepada publik,” kata pria yang merupakan Juru Bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bekasi ini kemarin, Minggu (12/1).

Setelah menjadi pengamen dan penjual koran, Syahrul kemudian berkuliah dan menjadi aktivis. Semasa mahasiswa, Syahrul membekali dirinya dengan aktif di berbagai forum dan kelompok diskusi. Pada saat itu, di berbagai kampus besar di Indonesia sedang menjamur lahirnya kelompok-kelompok diskusi dan dirinya aktif di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Dia mengasah kemampuannya dan terus mengembangkan diri, Di samping itu, Buluk mengaku menyeimbangkan kemampuan berorganisasi dengan kemampuan akademisnya.

Hal itu dia lakukan karena menurutnya mahasiswa harus dibekali dengan ilmu yang memadai serta pengetahuan yang luas. Tanpa semua itu, kepemimpinan akan kosong dari nilai-nilai, miskin visi, hampa substansi dan tidak berkarakter.

Selanjutnya, dia juga pernah menjadi jurnalis di Radar Bekasi.

Memilih Golkar karena Sejalan dengan Pemikiran

Buluk mengaku memilih Golkar karena sejalan dengan pemikirannya. Loyalitasnya sebagai kader pun sudah tak diragukan lagi. Bertahun-tahun ia mengabdikan diri pada partai berlambang pohon beringin itu.

Dirinya juga dikenal sosok yang akrab dengan sejumlah politikus lintas partai dan ketua partai politik di Kota Bekasi. Seperti Rahmat Effendi yang juga merupakan sosok idolanya.

Di tingkat Nasional, dia juga mengidolakan dan kerap bertemu dengan sejumlah politikus senior Partai Golkar. Diantaranya Aburizal Bakrie, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo dan lainnya.

Dia pun mengaku sempat menjadi ketua tim salah satu calon ketua umum Partai Golkar pada Musyawarah Nasional November 2019 lalu. Selain itu, dirinya juga berhasil mengantarkan sejumlah politikus menjadi anggota DPR RI juga DPRD.

Di sisi lain, Buluk bercerita bahwa gaya berpakaiannya kerap menjadi perhatian saat bertemu dengan tokoh-tokoh politik nasional. Karena, dia sering menggunakan celana jeans panjang, kemeja tangan panjang dan syal.

Menurut dia, hal tersebut tidak bermaksud untuk tidak menghormati orang yang ditemui. Namun, itu merupakan identitasnya. Selain itu, dia ingin menunjukan kepada generasi muda bahwa politik tidak selamanya kaku.

”Ambillah risiko yang lebih besar dari apa yang dipikirkan orang lain aman. Berilah perhatian lebih dari apa yang orang lain pikir bijak. Bermimpilah lebih dari apa yang orang lain pikir masuk akal,” tandasnya.(radarbekasi)

Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Epicentrum. All Rights Reserved.