Dengan dilantiknya Idrus Marham menjadi Mensos RI, tentu jabatan Sekjend Golkar kosong. Saat ditanya mengenai kemungkinan ia mengisi jabatan tersebut, ia pun merendahkan diri.
"Sekjend? Endaklah jauhlah. Saya pikir itu memang posisi ketua umum dan sekjend memang posisi yang semua orang mengharapkan, tapi harus saya tegaskan saya belum memiliki kapasitas untuk mengambil posisi itu," tututnya.
Tapi bahwa ada harapan suatu saatnya nanti, sebagai kader partai ataupun pelaku yang berkarir di politik, kata dia, tentulah punya keinginan.
"Namun untuk hari ini saya belum mempunyai kemampuan ke situ," katanya.
Walaupun seandainya ditunjuk Ketum Golkar, Airlangga Hartanto mengisi jabatan sekjend, ia pun mengaku belum punya kapasitas.
"Enggaklah saya pikir belumlah, karena banyak yang masih berkompetensi diatas saya," katanya.
Bermimpi Menjadi Anggota DPR
Terkait target menjadi anggota DPR RI, ia mengaku orangnya mengalir saja, walaupun pasti target politik pasti ada.
"Salah satu orientasi bepartai atau politik adalah masuk ke dalam jabatan legislatif. Namun yang pasti sekarang Partai Golkar melakukan persiapan proses open recrutmen pencalegkan di 2019," katanya.
Dengan penampilan yang nyentrik, Maman pun mengaku ia bukanlah orangnya yang formal.
"Saya besar didunia lapangan dan latar belakang orang perminyakan membentuk karateristik dan jati diri, akhirnya gaya pun bukan orang yang sangat formal, saya jadinya santai dan lebih nyaman," katanya.
Dan ternyata, pria berhidung mancung dengan sedikit brewok ini mengatakan ada waktu khusus untuk keluarga.
"Sebenarnya saya di hari sabtu tidak bisa diganggu. Malam minggu saya tidak bisa diganggu, bagi saya adalah waktu untuk anak dan istri saya kecuali hal yang urgent dan penting," tutupnya.[tribunnews]