Mahadi mengharapkan dalam Pelaksanaan Musda DPD II Golkar Jakarta Pusat yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2020 tetap harus mengedepankan asas PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyal dan Tidak Tercela), track record jejak peranan dan keterlibatan dalam segala kegiatan Partai harus menjadi pertimbangan khusus sebagai seorang Calon Ketua, Pileg kemarin juga DPD II Golkar Jakarta Pusat berhasil meraih 1 kursi dengan raihan caleg suara terbanyak dari Caleg Golkar se DKI Jakarta berhasil menghantar Basri Baco yang saat ini Sekretaris DPD I Golkar DKI Jakarta ke Kebon Sirih.
Mahadi mengingatkan seyogyanya Musda Golkar Jakarta Pusat harus jauh-jauh dari Isu Politik Uang dan cara-cara yang tidak konstitusional karena mempertaruhkan kewibawaan dan marwah Golkar Jakarta Pusat, Golkar DKI Jakarta terlebih Marwah Ketua Golkar DKI Jakarta Bpk. Ahmed Zaki Iskandar yang akan maju dalam Pilkada DKI 2022. Menggalang dukungan ke semua stake holder suara hal yang wajar namun jika aksi tersebut terdapat unsur money politik sangat tidak baik dan bertentangan dengan Tag Line Golkar Bersih.
Mahadi juga menambahkan kepada seluruh Stake Holder Suara dalam Musda nanti harus mengedepankan Rasionalitas Berpartai, gunakan suara tersebut dengan Nurani dan Kejujuran demi kebesaran Partai Golkar.
Hal pertama yang akan ia lakukan jika terpilih menjadi Ketua Golkar Jakarta Pusat akan merangkul kembali seluruh kader yang bersebrangan karena perbedaan pendapat dan pemikiran selama ini, akan kembali utuh menjadi Keluarga Besar Partai Golkar Jakarta Pusat sebagai Mesin Pemenangan yang ideal bagi Ketua Golkar DKI Jakarta Bpk. Ahmad Zaki Iskandar dalam Pilkada DKI 2022.