Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XII SOKSI, yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta, selasa (20/5/25).
Dalam pembukaan kegiatan Munas XII SOKSI, dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Tampak hadir pula dalam pembukaan tersebut para pimpinan DPP Partai Golkar, diantaranya Sekjen DPP Partai Golkar M. Sarmuji, Bendahara Umum DPP Partai Golkar Sari Yuliati, Waketum DPP Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPP Adies Kadir, serta Waketum DPP Golkar sekaligus Gubernur Lemhanas Ace Hasan Sadzili.
Selain itu kegiatan Munas SOKSI tersebut, juga dihadiri oleh beberapa Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, beserta Menteri dari DPP Partai Golkar., serta seluruh para senior dan Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar, diantaranya Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.
Ketua Depinas SOKSI Ahmadi Noor Supit, dalam sambutannya berharap agar SOKSI kedepannya dipimpin dari kalanganan anak muda agar mampu mengikuti gerak dan ritme Ketua Umum DPP Golkar Bahlil yang dikenal lincah dalam menggerakan organisasi Partai Gplkar
“Sudah saatnya kepercayaan (memimpin SOKSI) diberikan pada anak muda karena masa depan adalah milik mereka,” kata Ahmadi.
Sementara itu dalam sambutan pembukaannya, Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan harapannya untuk tetap menjaga soliditas dan tidak adanya perpecahan di dalam tubuh Partai Golkar.
“Maka niat saya, niat ibadah saya adalah ketika Allah memberikan amanah untuk memimpin sebuah organisasi atau partai, maka saya tidak ingin adanya perpecahan di dalam organisasi itu. Itu adalah esensinya,” kata Bahlil.
Bahlil juga menegaskan bahwa seluruh organisasi baik pendiri maupun organisasi yang didirikan Partai Golkar harus kembali bersatu demi menghadapi agenda besar Pemilu 2029.
Menurutnya, SOKSI harus menjadi bagian terpenting dalam perjuangan Partai Golkar untuk menyongsong Pemilu 2029 dalam rangka menaikkan kursi. "Kalau itu yang menjadi ukuran kita, maka kita harus kompak,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Bahlil mengingatkan agar persaingan tidak terjadi di dalam tubuh organisasi, melainkan diarahkan ke luar sebagai bagian dari kontestasi antarpartai. Ia bahkan menggunakan analogi sederhana untuk menggambarkan pentingnya persatuan.
“Satu lidi itu kecil. Tapi dia, kalau cuma satu batang saja, enggak bisa menggeser rumput. Tapi ketika batang lidi yang banyak diikat menjadi satu, jangankan rumput, batu pun akan bergeser,” katanya.