Kader SOKSI saat RAPIMNAS Bulan Juli Kemarin di Hotel Widya Chandra. Photo Kabargolkar[/caption]
Kabargolkar.com - Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI mengecam keras atas proses Rapimnas Partai Golkar 2019 di jakarta, 14 november 2019 terkait proses pandangan umum, yang memberikan kesempatan kepada pihak lain yang mengatasnamakan SOKSI.
"saya mengingatkan kepada DPP Partai Golkar untuk konsisten terhadap posisi SOKSI, bahwa berdasarkan hasil Munaslub Partai Golkar tahun 2017, sudah jelas bahwa SOKSI yang sah adalah SOKSI di bawah kepemimpinan Ade Komarudin dan Bobby Suhardiman sebagai Plt. Ketua Umum"kata Ichsan Firdaus, sekjen Depinas SOKSI kepada media. Kamis (14/11/2019) "kami kecewa dengan sikap Pimpinan sidang Rapimnas partai Golkar yang mendorong perpecahan ini" lanjutnya.
sebagaimana diketahui, dalam Munaslub Partai Golkar tahun 2017 saat Airlangga terpilih sebagai ketua umum, SOKSI yang sah dan diakui oleh partai Golkar adalah di bawah kepemimpinan Ade Komarudin. Dan SOKSI juga lah yang mendorong pertama kali airlangga hartarto sebagai ketua Umum pada Munaslub tahun 2017 lalu. "kami datang ke airlangga dan mendorong beliau maju sebagai ketua umum saat itu. kami yakin beliau sangat paham soal itu" kata Ichsan, yang juga Anggota DPR RI.
tetapi jelang Munas Partai Golkar tahun 2019, berdasarkan hasil rapimnas SOKSI tahun 2019, SOKSI mendorong Bambang Soesatyo sebagai calon ketua Umum Partai Golkar. "kami bertanya2, apakah karena SOKSI mendorong Bamsoet sebagai calon ketua umum lalu kemudian kami dipecah belah seperti ini" tanyanya. Semangat persatuan yang selalu disampaikan oleh berbagai pihak ternyata hanya lips services semata. "Rapimnas partai Golkar membuktikan bahwa sudah ada upaya memecah belah hanya karena beda pilihan" lanjutnya.
terakhir, ichsan mengingatkan bahwa jangan sampai karena beda pilihan di Munas, maka elemen yang berbeda pilihan lambat laun disingkirkan. dia mengingatkan Partai Golkar adalah partai yang menghargai perbedaan dan mapan menjalani demokrasi. "Jangan sampai sejarah mencatat, dibawah kepemimpinan yang sekarang, Golkar semakin terpecah belah karena pemaksaan kehendak" ujarnya. (AH)