KabarGolkar, 25 September 2026 – Krida Wanita Swadiri Indonesia (Wanita
Swadiri) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan nasional melalui pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I dan Musyawarah Nasional (Munas) VII Wanita Swadiri Tahun 2026.
Mengusung tema “Wanita Swadiri Berdaya, Mandiri dan Produktif Menuju Indonesia Maju”, forum nasional tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan program kerja yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup dan kapasitas perempuan Indonesia.
Tema tersebut mencerminkan arah perjuangan Wanita Swadiri dalam mendorong perempuan agar memiliki kapasitas, pengetahuan, serta ruang yang lebih luas untuk berkontribusi. Kemandirian juga menjadi bagian penting, terutama dalam membangun kemampuan perempuan untuk menentukan langkah dan mengembangkan potensi secara mandiri.
Sementara itu, aspek produktivitas diarahkan agar pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas, tetapi dapat menghasilkan karya dan manfaat nyata bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa. Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita pendiri Wanita Swadiri untuk menciptakan masyarakat karya yang maju, sejahtera, dan makmur.
Ketua Umum DPP Wanita Swadiri Hj. Netty Marliza Komarudin menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan nasional. Karena itu, organisasi terus mendorong lahirnya kader perempuan yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Perempuan yang berdaya, mandiri, dan produktif adalah fondasi utama ketahanan nasional. Melalui Mukernas I dan Munas VII ini, Wanita Swadiri berkomitmen untuk terus mencetak kader-kader perempuan yang adaptif terhadap kemajuan zaman, siap menghadapi tantangan global, dan menjadi aktor penting dalam mewujudkan visi Indonesia Maju.”
Mukernas I dan Munas VII Wanita Swadiri diikuti jajaran pengurus pusat dan daerah. Forum tersebut membahas transformasi peran perempuan di era modern, dengan menempatkan perempuan bukan hanya sebagai pilar ketahanan keluarga, tetapi juga sebagai bagian penting dari penggerak ekonomi dan pembangunan sosial.
Konsolidasi organisasi juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan. Salah satu fokus yang didorong adalah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital serta perluasan akses terhadap layanan keuangan yang inklusif.
Selain aspek ekonomi, Wanita Swadiri menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Partisipasi perempuan dalam bidang pendidikan dan kepemimpinan terus didorong agar perempuan memiliki kapasitas yang semakin kuat untuk mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan.
Melalui forum tersebut, Wanita Swadiri juga mendorong terbentuknya kolaborasi strategis dengan pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas dampak berbagai program pemberdayaan perempuan sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Mukernas I dan Munas VII menjadi ruang bagi Wanita Swadiri untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan dan program aksi yang diharapkan dapat menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat akar rumput. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi perempuan di berbagai daerah untuk terus meningkatkan daya saing, kreativitas, serta produktivitas sesuai bidang yang ditekuni.
Sebagai lembaga konsentrasi perempuan di bawah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Wanita Swadiri didirikan pada 2 April 1963