Kabargolkar.com - Penurunan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 yang hanya mencapai 2,97% dampak dari merosotnya konsumsi rumah tangga, kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi nasional dari biasanya yang tumbuh di kisaran 5% hanya tinggal menjadi 2,84% selama kuartal I 2020.
Presiden RI Joko Widodo dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka Rabu 6 Mei 2020 telah menginstruksikan kepada para menteri kabinet bidang ekonomi untuk merancang stimulus ekonomi yang bersifat sektoral. Terutama sektor dan subsektor yang mengalami penurunan pertumbuhan di kuartal I 2020 seperti antara lain sektor energi dan subsektor tanaman pangan.
"Petakan mana saja sektor dan subsektor yang mengalami kontraksi paling dalam dan dicarikan stimulusnya. Dengan demikian, program stimulus ekonomi betul-betul harus kita buat dan harus tepat sasaran, dan bisa mulai merancang skenario pemulihan di setiap sektor dan subsektor," kata Presiden.
Joko Widodo juga menekankan pada sejumlah subsektor yang tumbuh negatif pada kuartal I 2020 di antaranya subsektor tanaman pangan yang turun minus 0,31%. "Hati-hati dengan angka ini. Sekali lagi hati-hati dengan angka-angka ini. FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB) memperingatkan terjadinya krisis pangan. Artinya, sektor pangan harus digenjot agar berproduksi, tetapi dengan protokol kesehatan yang baik," tekan Presiden.
Presiden juga menekankan penyaluran bantuan sosial (bansos) dan PKT harus sudah disalurkan dan berjalan lancar di minggu ini untuk menjadi mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang menjadi dasar pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2020.