01 Juni 2020
Pusatnya Cendekiawan Muslim, Meutya Hafid Yakin Muhammadiyah Bisa Memajukan Peradaban Dunia
  Bangpen
  21 Mei 2020
  • Share :
Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid saat mengisi diskusi daring #10 Muhammadiyah Ranting Pondok Labu (foto: rmol)

KabarGolkar.com- Islam sebagai agama pembawa rahmat bagi semua atau Rahmatan Lil Alamin memiliki peranan penting dalam memajukan peradaban dunia. Muhammadyah dengan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, dalam hal ini intelektual atau cendekiawan muslimnya menjadi modal besar untuk mendorong perubahan dan kemajuan Islam itu sendiri. 

Demikian disampaikan Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid saat mengisi diskusi daring #10 Muhammadiyah Ranting Pondok Labu bertajuk 'Adakah Optimisme Umat Islam Membangun Peradaban Baru: Bagaimana Ke Depan?', Selasa malam (19/5).

"Muhammadiyah ini pusatnya tempatnya para cendekiawan. Kita bisa memajukan peradaban Islam yang lebih baik, bahkan peradaban dunia yang lebih baik dan dimotori oleh kaum muslimin dan muslimat," ujar Meutya Hafid. 

baca juga: Maman Abdurahman Bantah RUU Minerba Sengsarakan BUMN

Politikus Muda Partai Golkar ini menilai, isu-isu yang berkembang di dunia khususnya Islam, seperti hak asasi manusia (HAM), emansipasi wanita, hingga ketidakadilan sedianya mesti terus menerus digaungkan di dunia internasional. Selain itu, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan selaras dengan salah satu ciri gerakan Muhammadiyah.

"Peran Muhammadiyah yang kita ketahui menggabungkan pembelajaran tentang agama dan juga science bisa dikuatkan lagi. Cendekiawan muslim harus ikut berperan. Kajian di internal cendekiawan muslim juga harus disiarkan dengan rajin ke dunia," tuturnya. 

"Jadi itu mungkin yang bisa kita gabungkan dengan kondisi-kondisi terkini dan bagaimana bersama-sama kita bisa memajukan peradaban Islam yang lebih baik bahkan peradaban dunia," demikian Meutya Hafid.

sumber

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.