kabargolkar.com, JAKARTA - Partai Golkar mengklaim kartu prakerja yang diluncurkan pemerintah berhasil. Buktinya jumlah peserta yang mendaftar jauh melampaui target.
"Sampai hari ini, ada 8,6 juta orang yang mendaftar. Padahal targetnya hanya 5,6 juta. Artinya respons masyarakat cukup tinggi," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin, di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Ia tampil sebagai salah satu penanggap hasil survei Indikator bertema "Evaluasi Publik Terhadap Penanganan Covid 19, Kinerja Ekonomi dan Dampak Politiknya".
Dia mengutip hasil survei Indikator bahwa ada 54 persen masyarakat yang mendukung adanya program bantuan sosial (bansos) berupa pembangian sembako dan uang tunai. Namun dari hasil survei juga menyebut ada 12 persen masyarakat menyukai bantuan online.
Dia melihat yang menyukai bantuan online itu salah satunya adalah dalam model kartu prakerja. "Ini masalah persepsi. Artinya banyak juga masyarakat yang tidak mau disupai. Angka 12 persen bukan angka diam, bukan statis tidak berpikir. Itu terbukti dari 12 persen di online. Mereka butuh kerja bukan hanya bansos saja," ujar Nurul yang juga anggota Komisi I DPR ini.
Dia tidak setuju kehadiran program itu tidak tepat. Dia menyebut program kartu prakerja adalah respons cepat pemerintah dalam menghadapi situasi sulit seperti sekarang. Program itu untuk membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena dampak Covid 19.
"Kalau pandangan negatif soal kartu prakerja, saya kira tidak semuanya," tegas Nurul.
Sebagaimana diketahui, program kartu prakerja berada dibawah pengawasan dan koordinasi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar.