Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Pandemi Covid-19 Peluang untuk Kemandirian Bangsa
  Bambang Soetiono   14 Juli 2020
Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla dalam Webinar Series SBM ITB, From Surviving to Thriving: Business After Covid-19. (Foto: SBM ITB/TIMES Indonesia)

kabargolkar.com, BANDUNG - Mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla mengatakan, dampak pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) berbeda dengan krisis moneter di Indonesia.

Krisis Moneter 1998 hanya terjadi di beberapa negara. Yakni Indonesia, Thailand, dan Korea. Malaysia juga ikut terimbas, namun sedikit. Itupun segera bisa diatasi. Namun Covid-19 melanda hampir seluruh negara di dunia. Jadi, ketika dulu Indonesia meminta bantuan pada IMF, Jepang, atau negara-negara Eropa, kini tidak bisa.

“Sehingga timbul suatu kemandirian bangsa. Itu yang harus dijaga. Kita pasti bisa,” tandas Jusuf Kalla (JK) dalam Webinar Series SBM ITB, From Surviving to Thriving: Business After Covid-19, Senin (13/7/2020).

JK menjelaskan, nasib orang saat ini berada di tangan saintis, melalui vaksin Covid-19 yang akan mereka ciptakan. Waktu yang dibutuhkan untuk kembali normal setelah vaksin ditemukan sekitar 2-3 tahun.

“Setelah vaksin ditemukan akan diuji klinis sekitar awal tahun depan. Setelah itu baru bikin atau memperluas pabrik. Lalu baru produksi masal. Jadi selama itu (2-3 tahun) harus siap-siap pakai masker,” tuturnya.

Setelah vaksin berhasil, ekonomi pun akan kembali normal. Ketika itu masyarakat sudah tidak takut untuk keluar rumah dan melakukan berbagai aktivitas.

CEO of Dharma Group, Irianto Santoso mengatakan, Covid-19 memukul industri otomotif. Tak terkecuali industri komponen otomotif yang dipimpinnya.

Kondisi ini pun membuat supply chain terganggu. Komponen yang seharusnya impor, sulit didapatkan. Hingga perusahaannya menjadikan kendala ini sebagai kesempatan untuk membuat komponen tersebut secara lokal di fasilitas milik sendiri. “Kami akhirnya buat sendiri dan ada yang kerja sama dengan suplier,” ungkap Irianto.

Selain Jusuf Kalla yang menjadi keynote speaker, webinar ini menghadirkan sejumlah pembicara. Mereka adalah Hermawan Kartajaya, Founder and Chairman MarkPlus; Nurhayati Subakat, Komisaris Utama PT Paragon Technology and Innovation; Irianto Santoso, CEO of Dharma Group; dan Suyanto Tjoeng, CEO Antaraja.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.