Kabargolkar.com - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), sesuai jadwal
yang telah ditetapkan, kembali menggelar Rapat Pleno yang diselenggarakan setiap hari Jumat mulai pukul 16.00 WIB.
Kali ini, selain membahas tindak lanjut dari rapat Pleno yang lalu untuk melakukan perubahan Perpres 82/2020, hal yang menjadi fokus bahasan adalah strategi optimalisasi program dan anggaran PC-PEN untuk mendorong upaya penanganan Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Rapat Pleno ini membahas monitoring dan evaluasi berbagai program PC-PEN dan tindak lanjut Rapat Pleno lalu, yang telah ditindaklanjuti dengan pengajuan 2 RPerpres, yaitu RPerpres Perubahan Perpres 82/2020 dan RPerpres tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Pleno, Senin (4/9) di kantornya.
Aspek Kesehatan (Penanganan Covid-19)
Perkembangan Situasi Covid 19 di Indonesia s.d. hari ini tercatat sebagai berikut:
“Penanganan Covid-19 akan fokus di beberapa provinsi dengan target menurunkan indikator dari Merah menjadi Kuning/Hijau sebelum pelaksanaan Pilkada,” sambungnya.
Adapun Strategi Penanganan Covid-19 yang akan terus menjadi perhatian adalah dengan mengurangi penyebaran Covid-19 melalui gerakan 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) dan 3 T (Test, Trace, dan Treat). Selain itu, strategi untuk menurunkan tingkat kematian melalui peningkatan fasilitas dan kapasitas Layanan Kesehatan (Puskesmas, Rumah Sakit) dan Dukungan Tenaga Kesehatan.
“Kampanye masif Gerakan 3 M terus akan dilanjutkan. Kampanye Memakai Masker yang tadinya sampai tanggal 6 September 2020 ini, tetap akan diteruskan dan akan lebih masif lagi. Sedangkan kampanye Menjaga Jarak akan dilaksanakan pada periode 7 September 2020 s.d. 6 Oktober 2020. Lalu kampanye Mencuci Tangan akan dilaksanakan mulai 7 Oktober 2020 s.d. November 2020,” tegas Airlangga.
Aspek Ekonomi (Pemulihan Ekonomi Nasional)
Dari sisi pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah akan fokus pada strategi untuk mengurangi risiko kontraksi ekonomi di Q3 dan Q4 Tahun 2020, terutama dengan melakukan optimalisasi atas potensi anggaran yang kemungkinan tidak terserap dengan melakukan re-alokasi ke program-program yang dapat terlaksana dan selesai di tahun 2020.
Hasil monitoring dan evaluasi program-program PEN berjalan cukup bagus. Dua program yang paling akhir diluncurkan, yaitu Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang diluncurkan 24 Agustus 2020 dan Bantuan Subsidi Gaji/Upah yang diluncurkan 27 Agustus 2020 berjalan sangat baik