Berdasarkan hasil monitoring atas penyerapan dan realisasi anggaran program PEN, selama 2 bulan ini (Juli 2020 dan Agustus 2020) dan sejak dilakukannya monitoring oleh Komite PC-PEN, perkembangannya sangat signifikan. Realisasi pada Semester I (s.d. 30 Juni 2020) sebesar Rp124,62 triliun, namun selama bulan Juli 2020 terjadi realisasi sebesar Rp23,05 triliun sehingga posisi 31 Juli 2020 sebesar Rp147,67 triliun. Sedangkan selama bulan Agustus 2020 (setelah ada Komite PC-PEN), realisasi bulanan sebesar Rp63,93 triliun sehingga per 31 Agustus 2020, total realisasi sudah mencapai Rp211,60 triliun, sehingga terjadi kenaikan realisasi sebesar 30,9% (monthly growth).
“Monitoring dan evaluasi yang dilakukan Komite PC-PEN sangat efektif sehingga realisasi program dan anggaran menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan, terutama selama bulan Agustus 2020 ini yang dalam sebulan bisa mendorong realisasi sebesar Rp63,93 triliun. Kalau melihat tren kemajuan program dan realisasi anggaran di bulan Agustus 2020 ini, kita cukup optimistis untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 2020 masih bisa positif,” terang Menko Airlangga lebih lanjut.
Hasil monitoring juga mengidentifikasi adanya potensi dana/anggaran yang tidak terserap secara penuh s.d. akhir tahun, baik di anggaran Pemerintah Daerah (APBD), anggaran di masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L), maupun anggaran Program PEN. Untuk dana/anggaran PEN yang masih bisa digunakan dan dialokasikan lagi sebesar Rp12,92 triliun yang berasal dari alokasi program PEN untuk kelompok Kesehatan, Perlindungan Sosial, dan Sektoral/Pemerintah Daerah.
Untuk mendorong percepatan realisasi Program dan Anggaran, baik di K/L, Program PEN, maupun yang ada di Daerah (Pemda), diusulkan beberapa inisiatif program, baik yang sifatnya program baru maupun yang optimalisasi program existing yang sudah ada di pipeline. Beberapa usulan inisiatif program antara lain terkait dengan Penanganan Kesehatan, yaitu pengembangan/upgrade Fasilitas Kesehatan (Puskesmas, RSUD) dan pemberian DID (Dana Insentif Daerah) untuk daerah yang berhasil dalam penanganan Covid-19 (menjadi Zona Kuning/Hijau), serta peningkatan PCR untuk memenuhi target WHO (orang per hari).
Selain itu, juga usulan untuk penambahan nilai beberapa program Perlindungan Sosial dan perluasan penerima manfaat program tersebut. Diusulkan juga untuk mendorong percepatan program Padat Karya, terutama yang ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk lebih mendorong kontribusi PDB di daerah, dikembangkan program berbasis spasial, dengan menyiapkan beberapa program pengembangan sektor unggulan di 10 Provinsi yang mempunyai kontribusi PDB terbesar.
“Melalui berbagai upaya cepat dan langkah taktis yang dilakukan Komite, dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan sekaligus menangani pandemi Covid-19, diharapkan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, dan penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan,” tutup Menko Airlangga pada acara Rapat Pleno Komite PC-PEN.