Kabargolkar.com - Gelombang demonstrasi penolakan terhadapUU Kreasi Kerja (Ciptaker) belum berhenti. Meski tidak besar pekan lalu, hingga hari ini, demonstrasi tersebut masih ada.
Melihat kondisi ini, Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta aparat untuk tetap siaga. Agar aksi tersebut tidak berujung kerusuhan. “Saya mendorong aparat untuk terus bersiaga di titik-titik yang berpotensi terjadi keramaian dari aksi unjuk rasa,” ucap politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, Kamis (15/10/2020).
Untuk orang-orang yang akan melakukan tindakan penolakan UU Ciptaker, Bamsoet mengingatkan agar menyampaikan pasal-pasal mana saja yang menjadi keberatan. Agar tuntutannya tidak melebar ke arah yang merugikan masyarakat. Dia juga meminta masyarakat yang melakukan demonstrasi tetap tertib dan tidak anarkis, juga menerapkan protokol kesehatan.
“Masyarakat yang masih menolak sejumlah pasal di UU Hak Cipta agar bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sesuai mekanismenya,” ujarnya.
Untuk pemerintah, Bamsoet menyarankan membuka dialog dan diskusi dengan yang menolak pengesahan UU Ciptaker itu. “Perlu membuka dialog dan diskusi dengan masyarakat terkait pelibatan dan penyampaian aspirasi dan tuntutan masyarakat terhadap UU Cipta Kerja,” sarannya.
Bamsoet kemudian mendorong pemerintah berkomitmen melibatkan akademisi dalam penyusunan aturan turunan UU Cipta Kerja, juga menampung aspirasi yang disampaikan. Sehingga peraturan turunan tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara publik.
Selanjutnya, meminta pemerintah untuk tetap mensosialisasikan kepada publik mengenai UU Cipta Kerja bahwa ketentuan dalam UU tersebut akan diatur aturan turunannya. Penyusunan aturan turunan dilakukan paling lama tiga bulan. “Sehingga masyarakat perlu bersabar,” tutupnya.