Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Ketua MPR Dukung Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki
  Nyoman Suardhika   30 April 2021
Credit Photo / Istimewa

Kabargolkar.com - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mendukung agar Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Turki (Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement/IT-CEPA) bisa segera diselesaikan pada tahun 2021 ini.

Sebagai tindak lanjut pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Erdogan pada Juli 2017 di Turki, dalam meningkatkan perdagangan Indonesia - Turki mencapai USD 10 miliar pada tahun 2023.

"Melalui IT-CEPA, dengan salah satu poin pentingnya penghilangan bea masuk untuk ekspor dan impor beberapa komoditas dari kedua negara, diharapkan surplus Indonesia semakin meningkat," ujar Bamsoet sebagaimana yang dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (30/4/2021).

Lebih lanjut, Bamsoet menjelaskan, melalui IT-CEPA, Indonesia akan tetap menjadi mitra strategis bagi Turki dalam menjangkau pasar ASEAN yang memiliki market penduduk mencapai 625 juta jiwa atau 8,8 persen penduduk dunia. Sebaliknya, Indonesia juga tetap menjadikan Turki sebagai negara kunci dalam menjangkau pasar Timur Tengah dan Eropa.

"Sedangkan ekspor utama Turki ke Indonesia antara lain produk berbahan besi dan baja non-paduan, tembakau dan produk tembakau, produk kimia organik, karpet, serat tekstil dan produknya, serta sereal dan produk sereal," terangnya.

Wakil Ketua Umum DEPINAS SOKSI ini juga menyoroti progres penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah Turki. Hingga pertengahan April 2021, dari sekitar 83,6 juta penduduk, Turki telah menyuntikkan lebih dari 20 juta dosis vaksin Covid-19 ke warganya.

Jumlah warga yang sudah menerima dosis pertama mencapai 12 juta orang, termasuk Presiden Erdogan yang telah disuntik vaksin Sinovac pada 15 Januari 2021.

"Data Worldometers mencatat, per 28 April 2021, jumlah warga Turki yang terkena Covid-19 mencapai sekitar 4,7 juta jiwa, tertinggi ke-6 dunia setelah Amerika Serikat, India, Brazil, Perancis, dan Rusia," urainya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, pada 16 April 2021, kasus harian di Turki mencapai puncaknya, sekitar 63 ribu warga terkena Covid-19. Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sekitar dua minggu lalu pemerintah Turki memberlakukan jam malam mulai Pukul 19.00 hingga 05.00. Mulai 29 April hingga 17 Mei 2021, ditingkatkan dengan menerapkan lockdown.

"Sama halnya seperti Indonesia dan negara dunia lainnya, Turki juga masih berperang menghentikan penyebaran virus Covid-19. Sebagai sahabat, kita berharap Turki bisa segera keluar dari pandemi Covid-19, begitupun dengan Indonesia. Sehingga people to people contact melalui perjalanan wisata dan pendidikan antar penduduk kedua negara bisa kembali menggeliat," pungkasnya.[SOKSINEWS]

 
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.