Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Ini Harapan Nusron Wahid Soal Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Emirat Arab
  Nyoman Suardhika   05 Oktober 2022
Gredit Photo / Facebook

Kabargolkar.com - Nusron Wahid terus memantau, Rencana Pengesahan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini berharap, rencana pengesahan persetujuan tersebut dapat memasukkan Mutual Recognition Arrangement (MRA), atau sertifikasi bagi perawat Indonesia dalam poin kemitraan ekonomi.

Tak hanya itu, anggota Komisi VI DPR ini juga meminta pemerintah, agar para tenaga kesehatan Indonesia diberikan sertifikasi profesi taraf internasional

"Sehingga profesi tenaga kesehatan Indonesia bisa berkarir setaraf profesi kesehatan Internasional," kata Nusron dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

"Tanpa bermaksud menggurui untuk masalah MRA, sertifikasi tenaga kerja kesehatan di Indonesia supaya diakui di UAE menjadi paket prioritas di dalam turunan," sambungnya.

Wakil Ketua Umum PBNU ini mengungkapkan, selama pengalaman dalam lima tahun yang lalu, salah satu yang paling menonjol dan menjadi peluang paling menjanjikan di dalam UAE (United Arab Emirates), yang masuk dalam perdagangan jasa adalah sektor jasa tenaga kesehatan, yakni perawat.

"Yang saya tahu persis karena sudah lima tahun berjuang dan memang terhambat urusan ini," jelas Nusron. 

Iamenjelaskan, ada potensi market selama sepuluh tahun kedepan diperkirakan membutuhkan sekitar 40 ribu perawat.

Namun untuk bisa mengambil peluang itu, kata Nusron, pemerintah harus bisa menuntaskan persoalan sertifikasi perawat sesuai standar internasional.

"Itu lumayan, cuma memang ada satu hal yang harus kita tuntaskan, dan saya berharap betul dimasukan dalam paket perjanjian ini masalah MRA. Tentang sertifikasi perawat dari Indonesia terutama yang dikeluarkan oleh PPNI, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, belum diakui oleh otoritas kesehatan yang ada di UAE," tegas Nusron. 

Oleh sebab itu, ia merasa prihatin masih banyak perawat Indonesia yang menganggur tidak bekerja.

"Per hari ini kita masih kalah dengan perawat dari Filipina, kita kalah dengan perawat dari Jamaika. dua negara ini yang mendominasi market di UAE adalah Filipina dan Jamaika, padahal per hari ini menurut data tenaga kerja kesehatan yang ada di PPSDM Kementerian Kesehatan, kita mempunyai sekitar 643 ribu tenaga kerja kesehatan, terutama perawat kita yang hari ini nganggur di Indonesia sekitar 643 ribu perawat menganggur," tutup Nusron.Terus

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.