Kabargolkar.com - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan rangkaian kegiatan dalam kunjungan kerja ke Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (16/9/2021).
Pada kesempatan itu, Airlangga sempat berdialog dengan sejumlah perajin batik Pekalongan dan menjabarkan potensi ekspor yang dimiliki Indonesia.
Selain itu, Airlangga juga meninjau kegiatan vaksinasi, penyaluran KUR, dan menyempatkan diri bersilaturahmi ke kediaman Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya.
Saat meninjau sentra vaksinasi untuk santri dan masyarakat umum di lingkungan Rumah Sakit Zaky Djunaid, Pekalongan, Airlangga sempat berbincang dengan beberapa santri yang tengah divaksin.
Airlangga melanjutkan kunjungannya pelaku dan pengerajin batik di Kota Pekalongan.
Airlangga lalu berdialog dengan perajin batik Pekalongan dan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berupaya membuka pasar-pasar baru pada skala global.
Untuk saat ini, negara-negara yang menjadi pasar utama batik Indonesia antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.
“Upaya ini diyakini dapat membantu kembali meningkatkan kinerja industri batik nasional di tengah dampak pandemi sekaligus semakin memperkenalkan beragam batik khas Indonesia,” katanya.
Airlangga memaparkan nilai ekspor batik pada Januari hingga Juli 2020 mencapai US$21,54 juta, sedangkan dalam periode Januari hingga Juni 2019 angka tersebut berada di posisi US$17,99 juta.
Pertumbuhan nilai ekspor batik ini disebabkan semakin banyak diversifikasi dari produk batik.
“Berdasarkan potensi itulah industri kerajinan dan batik didukung sebagai salah satu sektor yang dapat menjadi penopang agenda Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujarnya.