Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Partai Golkar Sangsikan Koalisi Gerindra-Demokrat Berjalan Mulus
  Kabar Golkar   26 Juli 2018

Ace Hasan Syadzily, foto: Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim

kabargolkar -  Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menghormati langkah Partai Demokrat yang menjalin peluang koalisi dengan Partai Gerindra. Meski demikian, menurut Ace, upaya membangun koalisi kedua partai itu tak mudah dilakukan. Misalnya, Partai Gerindra dan Partai Demokrat akan kesulitan dalam menentukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang tepat. "Kita tinggal melihat apa manuver yang akan dilakukan partai yang ada di seberang sana. Tidak mudah bagi Demokrat dan Gerindra untuk menentukan pasangan yang tepat," ujar Ace saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/72018). Ace menjelaskan, kesulitan itu disebabkan tiap partai politik memiliki kepentingan tersendiri. Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera menawarkan kadernya untuk maju sebagai cawapres pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. PAN menyodorkan ketua umumnya, Zulkifli Hasan. Partai Demokrat mengusung Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sedangkan, PKS menawarkan sembilan kadernya. "Tentu pertanyaannya bagaimana dengan PKS? Bukankah PKS selama ini selalu konsisten ingin mendorong kadernya untuk menjadi cawapres Pak Prabowo. Jadi menurut saya negosiasinya akan tidak mudah," kata Ace. Adapun sembilan kader PKS itu adalah Gubernur Jawa Barat dari PKS Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, dan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Kemudian, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufrie, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Sebelumnya, pertemuan antara SBY dengan Prabowo menghasilkan sejumlah kesepakatan. Salah satu kesepakatan yang dicapai adalah kesamaan visi dan misi sebagai dasar untuk membangun koalisi dalam Pilpres 2019. SBY mengungkapkan, sejak awal, jalan koalisi kedua parpol terbuka sangat lebar. Meski demikian, SBY menuturkan, isu dan visi serta misi ini perlu disepakati lebih dulu sebelum menyatakan koalisi. Jika hal ini sudah disepakati, maka koalisi bisa lebih mudah terbangun. "Saya katakan tersedia (berkoalisi). Koalisi yang efektif yang kokoh harus berangkat dari niat baik, good will. Harus saling menghormati, mutual respect, dan saling percaya, mutual trust, dan memiliki chemistry yang baik," ujar SBY. {kompas}      
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.