Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, melalui berbagai pendekatan dan metodologi yang disesuaikan dengan realitas sosial dan kehidupan anak muda, diharapkan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda menjadi konsep yang lebih membumi, mudah dipahami, dan bukan konsep yang hanya ada di awang-awang dalam alam utopia. Mengingat seiring perkembangan dan kemajuan zaman, pembangunan karakter dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda semakin dirasakan urgensinya. Karena Kalangan muda merupakan agen perubahan, kontrol sosial, kekuatan moral, penjaga nilai kebangsaan, maupun sebagai generasi penerus bangsa.
"Terlebih bangsa Indonesia telah menginjakkan kaki pada periode bonus demografi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 akan mencapai 319 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persennya, atau sebanyak 223 juta jiwa adalah kelompok usia produktif yang didominasi kaum muda, yang akan menjadi tulang punggung pembangunan nasional," pungkas Bamsoet. *