Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Eka Sastra: Reformasi Pasar Penting Dilakukan
  Kabar Golkar   18 September 2018
[caption id="attachment_11627" align="aligncenter" width="1152"] Eka Sastra dalam acara peluncuran dan bedah buku 'Reformasi Pasar'. (kabargolkar)[/caption] kabargolkar.com - Anggota Komisi VI Fraksi Partai Golkar DPR RI Eka Sastra mengatakan bahwa reformasi pasar perlu dilakukan. Hal tersebut diungkapkannya dalam peluncuran buku 'Reformasi Pasar' pada Selasa (18/9/2018). Acara yang bertempat di kompleks Gedung DPR RI ini juga menampilkan diskusi hangat, membedah isi buku serta diskusi membahas perekonomian Indonesia. Dr M Syarkawi Rauf, Ketua KPPU 2012-2018, salah satu pembicara yang membedah isi buku 'Reformasi Pasar', buku terbaru Eka Sastra pun mengungkapkan pendapatnya. [caption id="attachment_11625" align="aligncenter" width="715"] Dr M Syarkawi Rauf, Ketua KPPU 2012-2018 (kabargolkar)[/caption] Buku ini sangat menarik, menurut Syarkawi Rauf, karena di-backup oleh data dan fakta yang dihadapi dalam perekonomian Indonesia. Sebagaimana diketahui, Eka Sastra adalah Legislator dari Fraksi Partai Golkar yang bertugas di Komisi VI DPR RI yang mengurus bidang perekonomian. "Pasar bergerak dari competitive market dan monopoli, menciptakan duopoli dan oligopoli," demikian ungkap Syarkawi Rauf. Sebagai contoh, industri pesawat terbang yang dilakoni Boeing dan Airbus. "Boeing dan Airbus tidak serta merta berkolusi dalam menetapkan harga, karena pasar yang bersifat kompetisi atau contestable," demikian ungkap Syarkawi Rauf. Lebih lanjut, Ketua KPPU ini mengatakan, bila kedua perusahaan ini berkolusi, dikhawatirkan akan ada pemain baru yang masuk serta mengganggu 'jatah kue' kedua perusahaan tersebut. Persoalan lama ekonomi bangsa Ketua KPPU ini juga mengungkapkan persoalan yang telah lama membelit perekonomian bangsa. "Persoalan struktur pasar yang terlalu terkonsentrasi. Hal ini merupakan warisan masa lalu," Demikian ungkap Syarkawi. Terlalu banyak pihak yamg mendapatkan keistimewaan atau privilige yang meniadakan kompetitor. Syarkawi lalu mengungkapkan berbagai masalah mulai pengadaan beras/gabah sampai dengan bawang putih yang menyebabkan harga menjadi mahal. "Untuk menata hal-hal tersebut, maka dibutuhkan reformasi pasar," demikian tegas Syarkawi. Dengan melakukan reformasi pasar persaingan usaha akan semakin baik. Ujungnya, yang mendapatkan kebaikan adalah masyarakat, karena mendapatkan harga dan kualitas barang terbaik. (tim liputan)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.