Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Kasus Pemberitaan Asian Sentinel, Politikus Golkar Anggap Tudingan Demokrat Sangat Tidak Berdasar
  Kabar Golkar   19 September 2018
  [caption id="attachment_11745" align="aligncenter" width="750"]
Ketua Partai Demokrat, SBY. (Photo/Kompas)[/caption] Kabargolkar.com, Jakarta - Kasus dalang di balik pemberitaan media asing 'Asia Sentinel' yang berjudul Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy belum juga terungkap. Partai Demokrat menduga ada Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) menjadi dalang dari isu tersebut. Menanggapi hal itu, Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengatakan tudingan Demokrat dinilainya sangat tidak berdasar. Dia bilang, alat bukti foto yang disebarkan oleh anak buah SBY, tak bisa untuk menjadi rujukan. "Kalau itu adalah melakukan tudingan kembali yang tidak jelas harusnya enggak begitu sikap kita. Bersanding belum tentu juga bahwa itu punya pengaruh daripada hasil (pemberitaan) sentinel itu," kata Bamsoet di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (19/9). Bamsoet menambahkan, dirinya juga kerap berswafoto bersama sejumlah pejabat dan tokoh publik. Sehingga ia meminta masyarakat untuk tidak mempersepsikan foto itu secara berlebihan. "Emang kalau tiba-tiba saya sebelah-sebelahan dengan Pak SBY emang saya dibilang ada apa-apa, dituding kan enggak juga. Jadi terlalu berlebihan kalau pak Moeldoko katakan lah pihak istana hanya gara-gara foto bersama berdampingan tiba-tiba (dituduh) itu lah penyebabnya," ungkapnya. Di sisi lain, Bamsoet mengatakan, sebagai Ketua DPR, dirinya meminta SBY untuk melaporkan hal ini kepada hukum. Apalagi, lembaganya pun telah mengeluarkan rekomendasi soal hak angket Century. "Kita menunggu langkah SBY menarik ini ke ranah hukum. Nah terkait dengan centurynya, DPR sebagai inisiator hak angket century sudah memberikan rekomendasi kepada KPK. Maka yang kita bisa lakukan adalah mendesak KPK segera menuntaskan kasus bank century ini jangan sampai ini terus menggantung dan merugikan sby itu sendiri sebetulnya," pungkasnya. Sebagaimana diketahui, dugaan keterlibatan istana pertama kali diungkap oleh Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik. Melalui akun pribadi twitternya @RachlandNashidik, anak buah SBY itu mengunggah foto Moeldoko bersama co-founder media asing Hong Kong, Asia Sentinel, Lin Neumann. Dikonfirmasi, Moeldoko menjelaskan simpang siur isu yang melibatkannya dirinya tersebut. Dia menyebut, pada Mei 2018 lalu, KSP memang tengah melakukan agenda untuk berdiskusi dengan ANCHAM alias American Chamber. Nah, di saat itu turut hadir pula co-founder media asing Hong Kong, Asia Sentinel, Lin Neumann. "Bahwa saya di situ ada sentinel?, ada co-foundernya sentinel, saya juga enggak ngerti, jadi jangan buru-buru baper, menduga begitu kan, diliat dulu latarbelakangnya seperti apa, menduga-menduga gimana," ungkap Moeldoko di Jakarta (18/9). Dalam pertemuan ANCHAM tersebut, kata Moeldoko, hanya membahas situasi politik terkini di Indonesia. Khususnya dibidang politik dan keamanan. Tidak ada pula pembahasan mengenai kepentingan politik apapun dalam diskusi tersebut. "Saya jelaskan perkembangan demokrasi, kematangan demokrasi di Indonesia, seperti apa, selanjutnya saya pastikan, saya sebagai mantan panglima tni, punya naluri yang sangat kuat untuk melihat situasi ini, saya yakinkan kepada mereka ke para pengusaha Amerika, investor agar tidak takut-takut ke indonesia," ucapnya
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.