Kasus Pemberitaan Asian Sentinel, Politikus Golkar Anggap Tudingan Demokrat Sangat Tidak Berdasar
uangnya di dalam negeri, dan kita ingin menarik investasi lain yang ingin tahu situasi negara," sambungnya.
Di samping itu, Moeldoko mengaku tak mengerti dengan tudingan tersebut. Sebab, seandainya dirinya merupakan salah satu penggerak dari kegiatan tersebut, maka tidak akan dilakukan secara terbuka.
"Kalau saya sebagai orang yang akan mengendalikan operasi intelejen kan, itu kira-kira kan operasi intelejen, bodoh banget saya terbuka begitu. Mungkin saya enggak bisa jadi panglima TNI kan kira-kira begitu. Kalau saya bodoh sekali," ucapnya.
Di sisi lain, Moeldoko juga mengklaim baru mengetahui belakangan ini bahwa Lin Neumann merupakan co-founder Asia Sentinel dan juga ketua dari ANCHAM. Dia juga mengaku hanya memenuhi undangan sarapan pagi.
"Nah disitu saya juga enggak ngerti, Lien Neuwan juga saya enggak ngerti siapa, saya ketemunya juga disitu, saya hanya sebagai undangan? penyampai materi. Jadi konteknya itu, jangan nanti diubah-ubah konteknya, wah istana ada dibelakang, enggak ada kaitanya dengan istana," tuturnya.
Selain itu semua, dia juga membantah bahwa ada pembahasan mengenai bank Century dari pertemuan yang berlangsung 45 menit tersebut. Dia bilang, tuduhan itu dinilai tak masuk akal.
"Saya sendiri bank century belum lahir kali, belum tahu ceritanya, belum tahu backgroundnya, saya enggak mendalami betul tentang century, apalagi punya sentimen yang mengarah kesana, enggaklah, dan waktu itu saya juga masih panglima TNI yah, jadi saya kurang paham century itu," pungkasnya. [
JP]