Pada akhirnya tragedi tesebut membawa dampak negatif pada citra kepolisian pada beberapa bulan terakhir di tahun 2022 ini, beberapa survei menunjukan penurunan kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian.
“Menurut saya, Kasus Ferdy Sambo yang menjadi perhatian publik secara luas menjadi salah satu sebab. Saya rasa, insiden Kanjuruhan akan berdampak pula pada kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Polri. Saya rasa publik, kita semua, sudah lelah dengan berita kekerasan. Polisi harus berbenah sekarang juga,” jelasnya.
Sampai saat ini pernyataan maaf dari pejabat tinggi, belasungkawa atau kehadirannya dalam tragedi ini mengunjungi korban atau apapun wujud simpati sedikit sekali, sepi dan tidak penting itu nyawa 180 orang lebih yang hilang.
Fahd El Fouz Arafiq juga menyinggung soal hasil nikel selama 4 tahun terakhir naik dari 100 Triliun transaksinya menjadi 300 triliun. Hebat ya. Tapi transaksi segitu besar negara dapat apa? Pajak, berapa pajaknya 10%. Dapat 30 triliun plus tambah pajak pajak lainnya 50 triliun.
Tapi ternyata perusahaannya bukan milik pemerintah tapi milik negara lain.
Proses pengambilan nikel itu tanur (Pembakar)/ furnace dalam proses smelterkan bentuknya vertikal kilen, dari bentuknya kita semua tau, apa gunanya smelter itu. Proses tambang adalah mengambil dan memilih ore (Earth) yang banyak mengandung nikel di proses di smelter tadi. Maka out put produknya adalah terpisahnya metal dan non metal.
Yang metal masih heterogen, yang non metal slacknya di buang. Yang heterogen mineral tadi yang terdeteksi banyak dan murah adalah nikel. Ya yang bayar adalah kandungan nikel nya aja kok gitu kenapa ngak mineral contetnya yang di bayar. Maksudnya bagaimana ?
Dalam heterogen mineral isinya ada nikel(ni), lithium (Li), osmium (os), iridium (Ir), ya kok mau aja dibayar nikelnya aja. Harusnya bayar mineral contentnya.
Iridium dibaca 0,3 %, Osmium dibaca 0,7%, iridium dibaca 200 ppm semua wajib dibayar. Bukan hanya nikel yang cm 2,1 % saja yang di bayar. Artinya apa dari setiap satu ton ada 21 kg Nikel, plus 3 kg iridium plus 7 kg osmium ya harus di bayar dong semua itu dan saat ini hanya dibayar 2,1 % saja. Indonesia hanya dapat 50 triliun, Tiongkok bisa dapat 1000 triliun udah gitu perusahaan Asing pula.
Ketua Bidang Hubungan ORMAS DPP Partai GOLKAR ini pun menyinggung tragedi yang terjadi di MTS 19 Jakarta. Harusnya bangunan yang berada di dataran rendah depan, belakang, kanan, kiri harus ada resapan air. Jangan di beton semua.
Air harus diberikan jalan jangan ditutup. Beberapa bulan ke depan Indonesia akan mengalami peningkatan curah hujan dan ini harus difikirkan ulang agar tidak terjadi hal serupa, tutup Ketua Bidang Hubungan ORMAS DPP Partai Golkar.