[caption id="attachment_12717" align="aligncenter" width="800"]
Tim Polda Jawa Barat Terjun ke Bandar Udara Husein Sastranegara Dalami Kabar Penganiaian Kepada Aktivis Ratna Sarumpaet. (Photo/Kumparan)[/caption]
Kabargolkar.com, Jakarta - Partai Golongan Karya (Golkar) mendorong kepolisian agar mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet. Ketua DPP Golkar Ace Hasan menyebut andai penganiyaan itu benar, kekerasan tak bisa ditoleransi.
"Kami pasti akan mendukung langkah-langkah kepolisian jika memang terjadi kekerasan untuk diungkap setuntas-tuntasnya. Kami sangat mengutuk tindakan kekerasan kalau memang itu adalah tindakan kekerasan," ujar Ace di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2018).
Karena itu, dia juga mendorong agar Ratna segera melaporkan kasus itu ke polisi. Hal ini agar tidak menimbulkan spekulasi publik.
"Maka seharusnya memang dilaporkan kepada pihak kepolisian sehingga spekulasi yang bermacam-macam itu tidak menimbulkan spekulasi di mana-mana terutama spekulasi politik," ujar legislator asal Banten terebut
Namun andai kabar penganiayaan itu tak benar, Ace menilai hal tersebut merupakan kebohongan publik yang luar biasa. Menurut dia ada pihak yang sengaja memanfaatkan isu dugaan penganiayaan itu.
"Bagi kami, kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap. Tapi kalau tidak benar berita tersebut, saya kira ini bentuk kebohongan publik yang luar biasa yang bisa menimbulkan spekulasi bermacam-bermacam dan itu kemudian ditanggapi besar-besaran oleh pihak yang menurut saya sengaja ingin mengapitalisasi kekerasan padahal belum tentu itu kekerasan," tuturnya.
Polisi melakukan penyelidikan untuk memastikan benar-tidaknya Ratna Sarumpaet dianiaya di Bandung pada Jumat (21/9). Polisi menyatakan jurkamnas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu diketahui memang mendatangi di rumah sakit, tapi bukan karena adanya laporan penganiayaan.
Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui Ratna mendatangi RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat. Dari keterangan ini, informasi yang menyatakan Ratna berada di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September tidak terbukti. Polisi mendapatkan bukti keberadaan Ratna di rumah sakit tersebut. Menurut polisi, Ratna dirawat di ruang B.1 Lantai 3 selama berada di RS Khusus Bedah Bina Estetika.
"Bahwa benar Ratna Sarumpaet dirawat pada 21-24 September 2018 di RS Khusus Bedah Bina Estetika," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Polda Metro Jaya, Jakarta, hari ini.
Sementara sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga mengatakan Ratna dianiaya saat berada di Bandung pada Jumat (21/9) lalu. Waketum Gerindra Fadli Zon bahkan menyebut Ratna Sarumpaet dianiaya 2-3 pria.
"Penganiayaan itu dilakukan oleh mungkin 2-3 orang laki-laki, di parkiran di luar mobil. Tapi mengenai detailnya, saya belum tahu," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10).