Kabargolkar.com - ASEAN dinilai perlu menyusun strategi untuk memperkuat diri membangun kapasitas dalam menghadapi lanskap ekonomi usai pandemi yang rentan, ditambah dengan ancaman perubahan iklim. Isu-isu perubahan iklim akan memengaruhi arah ekonomi kawasan di masa depan, sehingga diperlukan langkah konkret yang mengarah pada rendah karbon.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan daya saing perdagangan dan kualitas hidup masyarakat akan menurun jika masih menerapkan business as usual. Sedangkan perubahan iklim diperkirakan mengurangi 4-18 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global pada 2050.
"Sementara di ASEAN diperkirakan kehilangan 4-37 persen PDB-nya," ujar Airlangga, dilansir dari keterangan tertulisnya, Kamis, 10 November 2022. (medcomm.id)