Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Anggota DPR RI Ijeck Heran Perencanaan Pembangunan Flyover Berubah jadi Underpass Gatot Subroto
  Muzaki   01 Februari 2026
Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah saat mengikuti Kunker Komisi V di Kota Medan (30/1).

KabarGolkar, Medan - Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah
melakukan kunjungan kerja untuk meninjau Underpass Gatot Subroto, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, Jumat (30/1/2026).

Kunjungan kerja ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda berserta para anggota. Dalam hal ini, Musa Rajekshah menekankan pertanyaan kepada Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) terkait pembangunan Underpass Gatot Subroto.

Pasalnya, pembangunan ini awalnya direncanakan membangun Flyover tiba-tiba berubah menjadi Underpass. Dirinya khawatir, Underpass yang dibangun ini dapat menimbulkan masalah baru, seperti kemacetan dan banjir. Sebab, Kota Medan rutin menjadi langganan bencana alam banjir, dikarenakan dihimpit oleh tiga sungai besar.

"Underpass ini kita apresiasi sangat membantu transportasi masyarakat di Kota Medan. Permasalahan yang dari dulu masih terjadi, adalah banjir di Kota Medan. Ada tiga sungai besar yang membela kota Medan. Masalah kemacetan jalan. Dulunya ini akan dibangun Flyover, tepi kenapa bisa berubah menjadi Overpass," kata Musa Rajekshah.

Pria yang karib disapa Ijeck ini mengatakan, pembangunan Underpass Gatot Subroto yang menghubungkan Kota Medan dan Kota Binjai ini sangat membantu. Sebab, Underpass yang dibangun dikhawatirkan dapat menjadi kolam, ketika banjir melanda.

"Secara teknis saya gak paham juga kenapa ini bisa menjadi Underpass, ini kan juga rawan dengan genangan air. Jika terjadi banjir, jantung Underpass ini agar bisa terus dilalui dengan mengandalkan Pompa Air. Kalau pompa tersebut mati, apa gak menjadi kolam. Jadi kenapa bisa berubah ini perencanaan, dari Flyover menjadi Underpass," ucapnya. 

Ijeck menduga, perubahan perencanaan Flyover menjadi Underpass Gatot Subroto ini karena adanya kepentingan kelompok lain. Kekhawatiran Ijeck muncul, melihat lonjakan perkembangan di Kota Medan, terkhusus pada moda transportasi.

"Jangan gara-gara kepentingan kelompok, uang negara habis untuk merubah perencanaan pembangunan, uang negara kedepannya akan habis sia-sia," kata dia. 

Selain itu, negara juga harus mengeluarkan biaya setiap tahunnya untuk melakukan perawatan terhadap pompa air di Underpass ini. Apalagi di Kota Medan, sambung Ijeck hujan sebentar saja genangan air sudah di mana-mana, pompa ini juga harus bekerja secara ekstra. 

Pasalnya, jika lokasi tersebut dibangunkan Flyover, biaya perawatan setiap tahunnya bisa dihemat, dan dialihkan ke hal lain.

"Akan terus keluar biaya untuk perawatan pompa airnya. Karena gak hujan lebat saja, pompa ini juga harus bekerja untuk menguras air yang ada di bawah. Uang negara terus keluar untuk ini saja. Harusnya berpikir untuk pembangunan yang dipakai jangka panjang," jelasnya. 

Lalu, Ijeck membandingkan pembangunan jalan di negara-negara maju, seperti Singapura dan Jepang. Kedua negara ini lebih banyak membangun Flyover ketimbang Underpass. 

Ini dilakukan, menurutnya karena pembangunan tersebut memikirkan dampak jangka panjang. Jikalau dibangun Flyover, penambahan rute jalur baru dapat cepat dilakukan, tidak seperti Underpass.

"Contoh saya lihat di Jepang, di sana itu semua jalan di atas. Kalau dia pun underpass, dia hanya melewati laut

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.