Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Menko Airlangga Apresiasi Kontribusi Industri Otomotif
  Nyoman Suardhika   23 November 2022
Gredit Photo / Tribunnews

Kabargolkar.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi
kuartal-III 2022 tembus 5,72 persen, berkat ditopang oleh sektor industri pengolahan non migas dan industri otomotif.


Ketua Umum Partai Golkar ini mengungkapkan, industri pengolahan non migas mampu tumbuh sebesar 4,88 persen (yoy) dengan kontribusi sebesar 16,10 persen terhadap PDB.

Sementara itu, kata Airlangga, pertumbuhan sektor otomotif sendiri berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun industri alat angkutan merupakan salah sektor yang tergabung dalam industri pengolahan non migas, dan sektor ini tumbuh cukup signifikan sejak kuartal II-2021 lalu sehingga mampu meneruskan tren pemulihan sampai tumbuh mencapai 10,26 persen pada kuartal III-2022.

"Kemudian dari sisi produksi, utilisasi industri kendaraan bermotor pada Oktober 2022 lalu mencatatkan capaian sebesar 69,20 persen atau meningkat lebih tinggi dibandingkan selama pandemi yang rata-rata hanya sebesar 40 persen," kata Airlangga dalam keterangan persnya, Selasa (22/11/2022).

Ke depannya, Airlangga berharap sektor industri otomotif mampu tumbuh dan tercermin dari Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia, yang kembali mengalami ekspansi ke level 51,8 pada Oktober 2022 atau meneruskan tren ekspansif 14 bulan berturut-turut.

"Indonesia adalah pasar kendaraan bermotor terbesar di ASEAN. Akan tetapi, Car Ratio R4 di Indonesia masih relatif rendah, yaitu sebesar 99 mobil per 1.000 penduduk, menandakan industri otomotif masih berpotensi besar untuk tumbuh di masa depan," harap Airlangga.

Berdasarkan data Gaikindo, pada Oktober 2022 secara wholesales dari pabrik ke dealer mobil baru tercatat sebanyak 93,19 ribu unit atau tumbuh 23,37 persen (yoy) jika dibandingkan Oktober 2021.

Sementara itu, potensi permintaan electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik di dunia diperkirakan juga akan terus meningkat dan mencapai sekitar 55 juta unit EV hingga 2040.

Airlangga menegaskan, untuk menangkap peluang tersebut sekaligus mendukung agenda Conference of Parties tentang Perubahan Iklim (COP21), Indonesia menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL BB)/BEV untuk Transportasi Jalan.

"Berbagai regulasi turunan dari Perpres tersebut juga telah diterbitkan dalam rangka mempercepat pengembangan ekosistem KBL-BB di Indonesia. Semoga langkah produksi mobil dengan teknologi elektrifikasi ini dapat memberikan manfaat bagi ketahanan ekonomi serta mendukung komitmen Net Zero Emission," tegas Airlangga.

Selain itu, menurutnya, Toyota Group sudah menyiapkan lahan untuk pengembangan mobil listrik. Ditambah lagi, investasi sebesar US$2 miliar atau sekitar Rp28,3 triliun akan disiapkan untuk lima tahun ke depan.

Kemudian, Toyota Group juga menyiapkan xEV Center "The First Electrification Learning Center" sebagai advokasi publik untuk elektrifikasi. Fasilitas ini akan ditingkatkan sebagai capability center guna mempersiapkan SDM dan keahlian masa depan Indonesia menuju era elektrifikasi yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah.

"Kami mengucapkan selamat kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia atas produksi perdana kendaraan elektrifikasi lokal Indonesia untuk dunia, yakni kendaraan Toyota Kijang

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.