Kabargolkar.com – Erwin Aksa Mahmud merupakan pengusaha asal Ujung Padang Makassar
yang juga aktif di dunia politik Tanah Air. Pria berkelahiran Ujung Padang, 7 Desember 1975 ini merupakan anak sulung dari lima bersaudara, Sang ayah Muhammad Aksa Mahmud merupakan pengusaha sukses sekaligus politisi di Indonesia. Sampai sekarang Aksa Mahmud adalah pendiri dan pemimpin di Grup Bosowa. Bosowa merupakan kependekan dari tiga nama daerah-Bone, Sopeng, Wajo-Bosowa jelas berasal dari Sulawesi Selatan.
Ayahnya bertekad untuk mepersiapkan dirinya sebagai penerus perusahaan keluarga, mendidik dengan sangat tegas dan disiplin. Khususnya dalam hal pendidikan dan mengeluarkan potensi yang ada, demi menggali kematangan emosional pada dirinya.
Pengusaha asal Sulawesi Selatan ini menempuh pendidikan di jurusan ekonomi di University of Pittsbrug, Pennsylvania, Amerika Serikat. Menjadi anak seorang pengusaha Erwin tidak langsung di tunjuk oleh sang ayah untuk memimpin perusahaan keluarganya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Amerika Serikat Erwin sempat bekerja menjadi karyawan deler mobil Mitusbishi di Makassar. Memaksa diri melakukan hal yang tidak disukai adalah bagian dari melatih diri yang ditegakkan oleh sang ayah.
Erwin pernah menjadi manager klub sepak bola Makassar (PSM) di mana pada masa kepemimpinannya klub PSM memiliki beberapa prestasi di dunia sepak bola Indonesia diantara lain : 2002 - Semifinal, 2003 - Runner Up, 2004 - Runner Up, 2005 - 8 Besar (Peringkat ke-3), 2006 - 8 Besar (Peringkat ke-4).
Pada 2006 Erwin ditunjuk menjadi direktur Utama Bosowa Group. Erwin pun tancap gas mengembangkang Bosowa. Kini ia menjabat sebagai Komisaris Utama Bosowa Group. Bosowa Group sendiri telah memiliki 10 unit bisnis, yakni otomotif, semen, logistik dan transportasi, pertambangan, properti, jasa keuangan, infrastruktur, energi, media, dan multibisnis.
Pertumbuhan bisnis grup Bosowa yang melesat cepat beberapa waktu terakhir ini tak bisa dilepaskan dari nama Erwin Aksa (35). Chief Executive Officer (CEO) muda ini berhasil membawa perusahaan yang didirikan oleh ayahnya, Aksa Mahmud, empat dekade lalu dengan gemilang di bawah kepemimpinannya. Jelas, untuk meneruskan dan mengembangkan sebuah usaha keluarga yang sudah memiliki sistem yang mapan sebelumnya, bukanlah hal yang mudah. Namun dengan pengetahuan dan kerendahan hatinya, Erwin berhasil membawa bahtera bisnis keluarga yang berbasis di daerah Sulawesi Selatan itu menuju level nasional.
Erwin yang mendapat kepercayaan memegang penuh kepemimpinan grup Bosowa (Bosowa Corporation) tahun 2004, mampu meningkatkan asset grup dari 3 trilyun menjadi 6 trilyun dalam waktu empat tahun. Padahal ketika itu usianya baru menginjak 29 tahun, dan ia harus membawahi enam ribu karyawan dari enam bidang usaha: semen, otomotif, properti, finansial, infrastruktur, dan pertambangan. Rekan pengusaha, Sandiaga Uno memuji Erwin sebagai anak yang besar di daerah namun bisa naik kelas dan beradaptasi di level nasional percaturan bisnis di Indonesia.
Erwin Aksa (EA) menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia pada periode 2008-2011. Erwin mendapatkan suara 104 dari 165 suara yang sah pada pemungutan suara di Musyawarah Nasional Hipmi ke-13 di Nusa Dua, Bali