Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Airlangga Junjung Tinggi Perdamaian, GOLKAR Kecam Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar!
  NINDY   08 Desember 2022
Anggota Komisi III DPR RI Supriansyah. Gredit Photo/nasional.okezone.com

Kabargolkar.com - Aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, mendapat kecaman dari banyak pihak. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Supriyansah, memaparkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto yang menjunjung tinggi perdamaian pun mengecam keras tindakan brutal tersebut.

"Sangat disesalkan, apalagi hal itu terjadi di tengah kondisi yang relatif kondusif. Pak Airlangga junjung tinggi perdamaian, Golkar mengecam keras aksi bom bunuh diri itu," ujar Supriansah kepada media di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (7/12/2022) malam.

Diketahui, aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Rabu pagi, mencederai 10 orang, termasuk sembilan anggota polsek yang seorang di antaranya tewas.

Pelaku bom bunuh diri belakangan diketahui bernama Agus Sujatno (34), yang beralamat di Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, namun terakhir tinggal di Sukoharjo, Surakarta.

Supriansa meminta masyarakat tidak terpancing oleh isu-isu terkait aksi bom bunuh diri tersebut. Dia berpesan kepada masyarakat agar jangan sampai aksi tersebut menimbulkan riak-riak.

"Biarkan aparat berwenang bekerja, apalagi Kapolri sudah langsung turun tangan, dan bahkan sudah memberikan keterangan sejelas-jelasnya," kata anggota Komisi III yang membidangi masalah hukum tersebut.

Ia yakin dengan kinerja aparat kepolisian dan juga BNPT (Badan Nasional Penanggulan Terorisme) yang pastinya juga langsung turun tangan. "Kita percaya bahwa BNPT dan pihak kepolisian seperti biasa akan bahu membahu menyelidisi aksi bom bunuh diri tersebut," katanya.

Kerja sama aparat kepolisian dan BNPT dalam menyelidiki kasus tersebut tentunya ditunggu masyarakat. Menurut Supriansa, aksi brutal melalui bom bunuh diri bisa menumbuhkan ketidaknyamanan di masyarakat. Apalagi Indonesia menghadapi tahun-tahun politik menyongsong Pemilu 2024.

"Jangan sampai situasi atau kondisi di masyarakat menjadi tidak menentu," tegas Supriansa.

Sebelumnya diberitakan, Menurut keterangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di lokasi kejadian, AS adalah pelaku bom di Cicendo pada 2017, yang kemudian ditangkap dan menjalani empat tahun hukuman di Nusakambangan. Baru Oktober 2021 napiter yang berafiliasi dengan JAD tersebut mendapat pembebasan bersyarat. Kapolri menyebut aksi AS dilatarbelakangi oleh kekecewaannya atas pengesahan RKUHP, Selasa 6 Desember 2022.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.