[caption id="attachment_13236" align="aligncenter" width="730"] Bupati dan Wakil Bupati serta sejumlah pejabat di lingkungan Kabupaten Kotawaringin Barat foto bersama dengan peserta wonderful Sail To Indonesia Rally 2018, di Pangkalan Bun, kemarin. (Foto Antara Kalteng/Koko Sulistyo)[/caption] "Testimoni itu langsung disampaikan ke saya. Berbagai atraksi seni budaya dan keragaman habitat yang hidup di hutan tropis Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kobar ini pun membuat mereka berkeinginan untuk kembali lagi," tambah dia. Orang nomor satu di kabupaten Kobar yang juga merupakan politisi Partai Golkar ini pun merasa bangga, wilayah yang dimimpinnya menjadi salah satu persinggahan peserta wonderful Sail To Indonesia Rally 2018. Sebab, para peserta yang biasa dikenal dengan Yachter tersebut berasal dari berbagai negara. Hj Nurhidayah mengatakan, apalagi singgahnya para Yachter dari 41 negara tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Kobar ke-59. "Kedepannya pun Pemkab Kobar akan menggelar kegiatan wisata berbasis budaya, baik skala nasional maupun internasional," ucap dia.
[caption id="" align="aligncenter" width="730"] Peserta wonderful Sail To Indonesia Rally 2018 bermain gasing, di Pangkalan Bun, Rabu (10/10/2018). (Foto Antara Kalteng/Koko Sulistyo)[/caption]
Pemkab Kobar dalam menyambut peserta Wonderful Sail To Indonesia Rally 2018 tersebut menyuguhkan berbagai potensi unggulan yang, dimulai dari penyambutan secara adat melalui tradisi Potong Pantan, tarian-tarian budaya Dayak dan Melayu, atraksi permainan tradisional, gala dinner, pagelaran seni budaya di halaman Istana Kuning, serta mengunjungi kampung pelangi sekaligus menyusur sungai Arut serta ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). "Potensi yang luar biasa ini dengan menampilkan kearifan budaya lokal maka kita siap untuk menjadi tuan rumah di even internasional khususnya Sail To Kumai 2020," demikian Hj Nurhidayah. (antara)