"Berikutnya PKS 6,2 persen, PKS 5,1 persen, Nasdem 4,3 persen, Perindo 3,5 persen, PAN 3,2 persen, PPP 2,8 persen, partai Buruh 2,1 persen dan parpol lainnya di bawah 1 persen," demikian kata Kristin Ervina.
Survei Warna Institute ini dilakukan pada 4-17 Desember 2022 dengan mengambil sample 2.260 perempuan yang memiliki hak pilih pada Pemilu 2024 di 420 kabupaten/kota di Indonesia. Pengambilan sample mengunakan metode multistage random sampling, tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error +/- 2,1 persen.
Airlangga Bisa Menang Pilpres
Menanggapi survei Warna Institute, pengamat politik dari FISIP Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Heri Herdiawanto mengatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto lebih berpeluang dipilih oleh kaum perempuan ketimbang Puan Maharani di Pilpres 2024.
Airlangga, kata Heri mengulas hasil survei Warna Institute, tidak akan kesulitan menggaet suara perempuan karena kinerjanya yang dianggap moncer terkait peningkatan ekonomi keluarga. Selain itu, dia menjelaskan, Partai Golkar memiliki mesin politik yang besar.
"Peluang Airlangga untuk menggaet suara kaum perempuan di Pilpres 2024 sangat besar," kata Heri.
"Airlangga sudah membuktikan kinerjanya di hadapan masyarakat, khusunya kaum perempuan soal ekonomi," tambahnya.
Ia menegaskan meskipun suara perempuan terbagi dengan calon presiden lainnya namun peluang Airlangga cukup besar. Airlangga dapat menang di Pilpres 2024 jika memilih cawapres yang tepat.
"Airlangga bisa menang di Pilpres 2024," ungkapnya.
Terkait Puan, dia menyebut PDIP akan rugi jika tetap memaksa Puan sebagai capres. Salah satunya karena suara Puan di pemilih perempuan sangat kecil.
"PDIP akan rugi jika tetap pilih Puan sebagai capres karena suara Puan lebih kecil, " ujarnya. (akurat.co)