Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Ngabalin: Jokowi Anti Islam Terbukti Fitnah
  Kabar Golkar   22 Oktober 2018
[caption id="attachment_6207" align="aligncenter" width="800"] Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Ngabalin menyebut penobatan Jokowi sebagai salah satu Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia, merupakan bukti jika Jokowi tak anti Islam (Dok.JawaPos)[/caption] Kabargolkar.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mendapat prestasi baru. Kali ini dia masuk dalam 50 muslim berpengaruh di dunia pada 2019. Hal itu terangkum dalam website www.themuslim500.com. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menilai penghargaan ini sebagai pembantah atas tudingan negatif yang selama ini diarahkan kepada Jokowi. Di mana ia kerap kali dituding sebagai pihak yang gemar mengkriminalisasi umat Islam. "Itu bukti kepada masyarakat semua. Tuduhan terkait beliau (Jokowi) menjadi anti muslim, anti islam itu sebuah fitnah dan ujaran kebencian," kata Ngabalin kepada JawaPos.com, Minggu (21/10). Lebih lanjut, politikus Partai Golkar itu mengaku heran dengan tudingan jika Jokowi anti umat Islam. Mengingat pihak luar justru memberikan pengakuan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu itu sebagai tokoh muslim berpengaruh. Jika Jokowi memang pemimpin yang gemar mengkriminalisasi umat Islam, lanjut Ngabalin maka tidak mungkin mendapat penghargaan ini. Ditambah dalam penghargaan ini Jokowi mendapat prestasi bersama tokoh-tokoh Islam lainnya. "Bagaimana beliau sebagai seorang muslim, sebagai orang yang membenci Islam, sementara orang memberi pengakuan terhadap beliau sebagai tokoh berpengaruh diantara tokoh yang berpengaruh itu," tegasnya. Meski demikian, Ngabalin enggan menyeret-nyeret penghargaan ini untuk kepentingan Pilpres 2019. Menurutnya ini murni sebagai prestasi, bukan untuk tujuan politik praktis. "Kalau ini tidak terkait masalah dongkrak-mengdongkrak elektabilias. Ini pengakuan yang buat pak Jokowi biasa saja, ini kan beliau juga tidak mengharapkan dari pengakuan ini," tukasnya.[Jawapos]
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.