Kabargolkar.com - Nama Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menjadi salah seorang
yang dikabarkan sebagai kandidat kuat diusung oleh koalisi besar. Koalisi besar menguat dengan menyatukan KIB dan KKIR, dimana Golkar ada di dalamnya.
Dari lima partai di koalisi besar, yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, PAN dan PPP, nama Airlangga Hartarto punya kans. Apakah itu sebagai capres atau cawapres, apabila nanti koalisi besar ini secara resmi terbentuk.
Ketua DPP Partai Golkar, Lamhot Sinaga, menjelaskan Airlangga sebagai figur yang bisa menghentikan polarisasi di tengah-tengah masyarakat. Dimana itu menjadi konsentrasi semua pihak agar tidak terjadi polarisasi seperti pemilu-pemilu sebelumnya. Juga menjadi visi dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
"Jadi Pak Airlangga ini sekarang menjadi tokoh tengah, tokoh yang bisa diterima dengan baik dari sebelah kanan maupun dari sebelah kiri. Pak Airlangga adalah tokoh yang saat ini yang diterima oleh pihak manapun," kata Lamhot seperti yang kami lansir dari laman VIVA.CO.ID, Selasa 11 April 2023.
Menurut dia, Airlangga adalah kandidat kuat. Apalagi saat ini sebagai Menko Perekonomian. Sehingga dianggap cukup layak diusung di pilpres nanti.
Sebagai pejabat negara saat ini, Lamhot menjelaskan sejumlah prestasi yang layak menjadi pertimbangan untuk diusung. Seperti sebagai Menko Perekonomian telah berhasil menjaga perekonomian nasional. Sebab kondisi global saat ini dan ke depan, mengalami ketidak pastian. Baik karena hantaman pandemi hingga ekonomi global yang memang sedang goyang.
Dia melihat, apa yang menjadi prestasi itu sebenarnya selaras dengan yang diinginkan koalisi besar. Yakni melanjutkan proses pembangunan pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Dalam posisi melanjutkan pembangunan ini tentu kan kita bisa lihat track record daripada Pak Airlangga sebagai Menko Perekonomian. Sehingga saya kira dalam konteks melanjutkan pembangunan yang sudah dilanjutkan Pak Jokowi, Pak Airlangga sangat layak. Itu lah proposal yang akan diajukan oleh Golkar nantinya," jelas Lamhot.
"Nah jadi kalau bicara soal kriteria, melanjutkan pembangunan Jokowi, maka Airlangga adalah sosok ideal," ujar Lamhot.
Namun saat ini, yang penting dilakukan adalah menyamakan frekuensi dari partai-partai di dalam koalisi besar ini. Urusan capres dan cawapres, bisa menyusul kemudian.
"Dalam tahap itu dulu yang harus kita samakan frekuensinya, khususnya dengan Gerindra dan PKB, Koalisi Indonesia Raya. Soal nanti capres sama cawapres itu kan tentu akan dibahas secara musyawarah dengan lima partai, bahkan kalau dengan PDIP nanti jika mereka ikut bergabung dalam koalisi besar ini. Tapi untuk saat ini kita belum pada tahap membicarakan siapa capres siapa cawapres," jelasnya.
Menyamakan visi dan membangun kebersamaan, yang saat ini dilakukan. Sehingga Lamhot memastikan, belum ada pembahasan partai yang akan menjadi pemimpin koalisi ini.
Hanya saja jika dilihat dari jumlah kursi, maka Partai Golkar yang layak