Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Periode 2014-2019, Hj Rubaeti Erlita (jilbab emas) dan Anggota DPRD Kota Pontianak Beby Nailufa (jilbab kuning) menerima plakat usai Talkshow Inspiring bersama Pontianak Hijabers Community di Gedung Zamrud, Jalan Achmad Yani Pontianak, Senin (25/12/2017) malam. TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO[/caption]
kabargolkar - Politisi perempuan dari Partai Golkar Beby Nailufa menceritakan pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi caleg perempuan terus dilakukan oleh Partai Golkar, salah satunya dengan menggelar workshop yang rutin digelar mulai dari level nasional hingga ke level provinsi.
Menurutnya Partai Golkar tidak ada masalah berkenaan jumlah kader perempuan, sebab sebagai partai yang telah lama mengikuti pemilu kaderisasi politisi perempuan di internal golkar masih berjalan.
"Kami tidak begitu kesulitan dalam mencari kader perempuan. Mereka telah terasah sebagai kader golkar untuk ikut serta dalam agenda pemilu," ujarnya.
Dirinya memastikan bahwa caleg-caleg perempuan yang maju dengan partai golkar merupakan figur-figur yang memiliki kualitas dan kapasitas besar untuk menjadi anggota DPRD baik di level Kabupaten/Kota bahkan ditingkat provinsi.
Beby mengatakan komposisi perempuan di Partai Golkar bukan saja untuk memenuhi kuata 30 persen dari DCS, akan tetapi memang sengaja didelegasikan kader perempuan golkar lantaran jumlahnya yang cukup banyak dan punya kemampuan mumpuni.
"Golkar telah membuktikan bahwa kader golkar perempuan berhasil menjadi salah satu unsur pimpinan di kantor DPRD Provinsi Kalbar. Ini tentunya menerangkan bahwa perempuan di partai golkar bukan hanya sekedar pelengkap," ujarnya.{tribunnews}
Â