Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Hari Buruh: Saatnya Mengakui Perempuan sebagai Pelaku Rumah Tangga, Bukan Sekadar Pembantu Ekonomi
  Adi   01 Mei 2025
Irma Mayang Sari (Pengurus BSNPG & PP KPPG)

KabarGolkar Jakarta – Dalam suasana peringatan Hari Buruh Internasional, Irma Mayang Sari, Pengurus Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) dan Pimpinan Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (PP KPPG), mengajak publik untuk mengalihkan sorotan sejenak dari panggung demonstrasi dan ruang-ruang industri besar ke tempat yang sering terlewatkan: ruang domestik yang menjadi ladang perjuangan jutaan perempuan Indonesia.

“Dapur, meja jahit, dan ruang kecil di rumah bukan lagi ruang pasif. Di sanalah perempuan menjadi pelaku industri rumah tangga yang menopang ekonomi nasional,” ungkap Irma dalam pernyataannya, Kamis (1/5/2025).

Data Kemenkop UKM tahun 2023 menyebutkan bahwa 64,5% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Sebagian besar dari mereka menjalankan usaha dari rumah, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk kecantikan. Bagi Irma, angka ini menegaskan bahwa kerja perempuan dari rumah bukan sekadar "membantu ekonomi keluarga", tetapi merupakan aktivitas produktif yang layak dihargai.

Namun di balik produktivitas itu, masih tersimpan ironi. Kerja perempuan dalam ruang domestik, termasuk pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan, sering kali tidak diakui secara formal. Padahal laporan ILO menyatakan bahwa jika pekerjaan tak berbayar perempuan dihitung dalam PDB, kontribusinya bisa mencapai 10–39%.

“Kerja perempuan bukan kerja tambahan. Ia adalah fondasi. Ia menghidupi, mendidik, dan menopang kehidupan sosial kita,” tegas Irma.

Tak hanya itu, Irma juga menyoroti kondisi pekerja rumah tangga yang sebagian besar adalah perempuan. Tanpa perlindungan hukum yang memadai, mereka bekerja tanpa kontrak, upah layak, atau jaminan sosial. Ketiadaan UU Perlindungan PRT membuat kelompok ini terus berada dalam posisi rentan.

“Sudah saatnya kita berhenti memanggil mereka pembantu. Mereka adalah pelaku. Mereka adalah pekerja yang pantas dihormati dan dilindungi,” tegas Irma.

Melalui refleksi Hari Buruh, Irma mengajak publik dan pemerintah untuk membuka perspektif baru: bahwa rumah bisa menjadi ruang produktif dan revolusioner jika perempuan diberdayakan. Dengan pelatihan, akses modal, dan kebijakan afirmatif, perempuan pelaku industri rumah tangga bisa naik kelas dan menciptakan perubahan sosial dari akar.

“Hari Buruh bukan hanya milik mereka yang turun ke jalan, tetapi juga milik perempuan yang bekerja dari rumah, dengan cinta yang produktif dan semangat yang revolusioner.”

Ditulis oleh: Irma Mayang Sari
(Pengurus BSNPG & PP KPPG)

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.